Breaking news: nusaone.id – Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya meresmikan ratusan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat korban banjir bandang pada Sabtu, 14 Februari 2026. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., bersama unsur Forkopimda setempat.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Pidie Jaya, Kapolres Pidie Jaya, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Mahkamah Syar’iyah Meureudu atau yang mewakili, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Kegiatan berlangsung khidmat dan disaksikan masyarakat penerima manfaat.


Sebanyak 212 unit huntara telah dibangun untuk warga terdampak bencana, ditambah 50 unit bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Huntara tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang rumahnya rusak akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pidie Jaya.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan huntara ini merupakan langkah awal dalam proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pembangunan huntara ini,” ujar Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur, di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pupuk Indonesia, serta Kodam Iskandar Muda yang telah memberikan dukungan penuh dalam pembangunan hunian sementara tersebut.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak mewajibkan masyarakat untuk menempati huntara. Warga diberikan kebebasan memilih, apakah ingin direlokasi ke huntara atau tetap tinggal di lokasi lama.
Selain itu, masyarakat juga dapat memilih untuk menerima dana tunggu hunian sesuai kebijakan pemerintah. “Tidak ada paksaan. Semua keputusan ada di tangan masyarakat,” tegasnya.
Terkait perbedaan data penerima bantuan yang sempat terjadi, Bupati memastikan pemerintah akan melakukan verifikasi ulang terhadap data yang telah dikirim ke pusat agar tidak ada warga yang terlewatkan.
Ia mengimbau masyarakat yang belum terdata agar segera melapor kepada kepala desa atau camat. Pemerintah daerah, kata dia, terbuka menerima laporan demi memastikan bantuan tepat sasaran.
Menutup sambutannya, Bupati menegaskan bahwa perjuangan pemulihan belum selesai. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya akan terus mendorong percepatan pembangunan agar masyarakat terdampak dapat kembali hidup dengan aman dan sejahtera.
Penulis & Foto. Arju Na Fahlefi
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya meresmikan ratusan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat korban banjir bandang pada Sabtu, 14 Februari 2026. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., bersama unsur Forkopimda setempat.


















