Nusaone / Banda Aceh – Ketua ICMI Aceh, Dr Taqwaddin Husin dan Perwakilan Tawakkal Specialist Hospital, dr Natalina tantangani kerjasama (MoU) perihal Pelayanan Kesehatan di Kuala Village Resto, Banda Aceh, Jumat pagi 17 April 2026.Ketua ICMI Aceh, Dr Taqwaddin Husin dan Perwakilan Tawakkal Specialist Hospital, dr Natalina tantangani kerjasama (MoU) perihal Pelayanan Kesehatan di Kuala Village Resto, Banda Aceh, Jumat pagi 17 April 2026.
Acara yang bertajuk transformasi Pelayanan Kesehatan Berbasis Kolaborasi Aceh – Malaysia Dalam Nilai Keislaman menyajikan tanya jawab tentang penyambutan Negara Malaysia bagi pasien yang ingin berobat ke RS yang ada di Malaysia
Adapun pemateri dalam seminar tersebut yakni Prof Rajuddin, Guru Besar Ilmu Kandungan Fakultas Kedokteran USK serta Ustadz Mohd Khairuddin, Health Tourism Tawakkal Hospital Kuala Lumpur.
Prof Rajuddin menyampaikan beberapa isu permasalahan pelayanan kesehatan di Aceh. Sedangkan Ustadz Khairuddin menegaskan bahwa hospital kami menekankan pada pentingnya hospitality oleh juru rawat.
“Perawat kami wajib selalu senyum saat memberikan pelayanan. Jika tak senyum maka dia diberi sanksi. Mungkin ini yang membuat rumah sakit kami digemari.” Ujar Ustadz Khairuddin.
Dalam sambutannya, Taqwaddin menyampaikan pentingnya kerjasama ini bagi kita karena Anggota ICMI akan mendapatkan tarif dan prioritas untuk berobat disemua jaringan KPJ yang memiliki 30 rumah sakit (hospital) di seluruh Malaysia.
“Perlu saya sampaikan bahwa MoU dan seminar ini bukan kritik JKA, tetapi solusi bagi Anggota ICMI seluruh Aceh untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan berobat di KPJ Tawakkal Hospital Malaysia”.
“Kerjasama dan seminar ini merupakan solusi terhadap permasalahan pelayanan kesehatan terkait kebijakan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).” ungkap Dr Taqwaddin.
Acara yang diketuai oleh Dr Dzarniza Araby ini dihadiri oleh sekitar 100-an orang peserta : Anggota ICMI Aceh, ICMI Aceh Besar dan ICMI Kota Banda Aceh


















