nusaone.id – Pidie Jaya – Usai meresmikan fasilitas air bersih di Gampong Blang, Asisten Khusus Presiden RI Tiar Nabila Karbala bersama Pendiri sekaligus Pimpinan Utama Kitabisa, Muhammad Alfatih Timur (Mas Timmy) usai meresmikan sumur bor di Gampong Blang dan melanjutkan kunjungan kerja untuk memantau kondisi Krueng Meureudu yang telah mengalami pendangkalan parah. Pemantauan dilakukan tepat di atas Jembatan penghubung antara Gampong Dayah Husein dan Meunasah Lhok Pante Geulima. Rombongan kemudian bergerak menuju Gampong Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua pada Senin (11/5/2026). Rangkaian kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Pusat dan Masyarakat Sipil bagi warga Pidie Jaya yang sedang berjuang bangkit pascabencana.
Rombongan tamu kehormatan didampingi langsung oleh Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., M.E. serta Kepala Dinas PU Ir. Edi Saputra, Kepala Pelaksana BPBD Okta Handipa, unsur Pimpinan Daerah, TNI, Kepolisian, dan pemuka masyarakat setempat. Di atas Jembatan Krueng Meureudu yang rusak parah, Bupati Sibral menjelaskan secara langsung kondisi sesungguhnya di lapangan sekaligus alasan mendasar perpanjangan Masa Tanggap Darurat selama 90 Hari Kalender.

Kepala Dinas PU Edi Saputra melaporkan bahwa lokasi ini menjadi fokus utama penanganan Balai Wilayah Sungai Aceh. Namun, upaya pembersihan sempat terganggu akibat luapan air pada tanggal 8 April lalu sehingga pekerjaan harus diulang dari awal. Pihaknya juga sedang menangani titik rawan lain di Gampong Dayah Husein dan Gampong Beurawang secara terbatas dan bertahap.
Melihat langsung kedalaman sungai yang kian menyusut dan tumpukan lumpur yang tebal, Mas Timi menyatakan keprihatinan mendalam. Menurutnya, kenyataan di lapangan jauh lebih parah dibandingkan data laporan awal. Ia berjanji akan memperkuat dukungan melalui Program Penjaga Air dan bantuan pemulihan guna memastikan warga segera mendapatkan akses air bersih dan jalan penghubung yang aman.
Sesampainya di Gampong Meunasah Mancang, suasana berubah menjadi hangat dan akrab. Bupati Sibral Malasyi menyempatkan diri turun dari rombongan untuk menyapa dan bersalaman secara langsung dengan warga, terutama kalangan ibu-ibu dan anak-anak yang telah lama menanti kedatangan tokoh pimpinan. Wilayah ini tercatat sebagai salah satu daerah terdampak terparah dengan rusaknya saluran irigasi dan sumber air yang tertimbun endapan lumpur Sungai Meureudu.
Dalam kesempatan itu, Tiar Nabila Karbala menyampaikan salam hormat dan keprihatinan langsung dari Presiden Republik Indonesia. Ia menegaskan turun hingga ke pelosok desa bertujuan memastikan janji negara ditepati dan bantuan tepat sasaran bagi pihak yang paling membutuhkan. Pemerintah Pusat berkomitmen mendukung pemindahan lokasi pengambilan air PDAM agar lebih aman dari ancaman bencana di masa mendatang.
Di lokasi sasaran, Mas Timi meninjau langsung titik rencana pembangunan sarana air bersih. Ia menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan tepat waktu demi pemulihan taraf kesehatan dan kesejahteraan warga. Langkah ini menjadi pelengkap upaya Pemerintah Daerah dalam memulihkan ketahanan pangan pasca kerusakan jaringan irigasi utama warga.
Di penghujung rangkaian kunjungan, Bupati Sibral menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian langsung para tamu kehormatan. Sinergi erat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Kekuatan Gotong Royong Masyarakat ini diharapkan menjadi pendorong keberhasilan pemulihan dalam 90 hari ke depan demi terciptanya rasa aman dan kesejahteraan bagi seluruh warga Pidie Jaya.
(Tim Redaksi Putra Chan/Arju Na Fahlefi)
Asisten khusus presiden Tiar Nabila Karbala dan Alfatih Timur (mas Timmy) beserta Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, meninjau Krueng Meureudu di jembatan antara Dayah Husen dengan Pante Geulima


















