Home / Daerah / Headline / News

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:55 WIB

Polisi Periksa 15 Saksi Terkait Terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian

Nusaone l Banda Aceh – Sebanyak 13 mahasiswa, satu dosen dan satu saksi pelapor telah dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polresta Banda Aceh terkait kejadian terbakarnya gedung Fakultas Pertanian USK dan pengrusakan fasilitas lainnya, Kamis (21/5/2025) malam.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasat Reskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan pihaknya telah meminta keterangan perihal kejadian terbakarnya gedung serta fasilitas lainnya yang ada di Fakultas Pertanian USK.

” Sebanyak 15 saksi telah kita mintai keterangan terkait kejadian terbakarnya gedung serta fasilitas lainnya yang ada di Fakultas Pertanian USK yang terjadi pada Kamis (21/5/2026) dini hari,” sebut Kompol Dizha, Jumat (22/5/2026) siang.

Dalam proses pengambilan keterangan pada 13 mahasiswa yang saat ini dapat dimintai keterangan, mereka turut di dampingi oleh Wakil Dekan Fakultas Tehnik, Bambang Setiawan, sebut Kasat Reskrim.

Pemeriksaan ini sesuai dengan laporan polisi oleh pihak Fakultas Pertanian Nomor : LP/B/418/V/2026/SPKT/ Polresta Banda Aceh/ Polda Aceh, tanggal 21 Mei 2026.

Selain itu, pihaknya telah mengumpulkan barang bukti dari lokasi terbakarnya Fakultas Pertanian diantaranya batu, kayu, sepeda motor dan mobil yang terbakar serta pecahan kaca yang diduga dari bom molotov.

Baca Juga |  Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng untuk 9.996 KPM di Kota Banda Aceh

Beberapa barang bukti juga telah kita sita dari TKP, ucap Dizha.

Jadi saat ini kasus ini masih dalam proses penyidikan, dan total saksi yang di ambil keterangan semuanya 15 saksi, 13 di antaranya mahasiswa, dan kemungkinan akan bertambah lagi saksi yang akan di mintai keterangan, ujar Kasat Reskrim.

Sementara itu, penyidik dan tim identifikasi juga akan melakukkan uji Laboratorium Forensik beberapa barang bukti atau petunjuk yang di dapatkan di TKP, sebut Kompol Dizha  lagi.

Kerugian dari kejadian tersebut ditaksir sekitar Rp 20 Milyar, pungkasnya.

Sebelumnya, Gedung Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) terbakar, Kamis (21/5/2026) dini hari.

Selain Gedung Fakultas Pertanian, Pos Satpam dan sepeda motor turut terbakar.

Hal ini disampaikan oleh Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasi Humas Iptu Eddy Musfikar.

“Kami sedang melakukan penyelidikan terkait terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian USK, Pos Satpam dan sepeda motor yang terparkir di area tersebut,” ujar Iptu Eddy.

Baca Juga |  Komitmen Bersih Narkoba, Sipropam Polresta Banda Aceh Cek Urine Persone

Ia menjelaskan dari hasil penyelidikan, sebelum kejadian terbakarnya fasilitas sempat terjadi keributan antar mahasiswa.

“Dua kelompok mahasiswa yang diduga dari Fakultas Pertanian dan Teknik dalam dua hari lalu terjadi keributan. Kemudian keributan berlanjut beberapa jam sebelum terbakarnya area tersebut,”  sebut Kasi Humas lagi.

Keributan berujung pada pengrusakan dengan cara melempar fasilitas kampus seperti kaca gedung serta fasilitas ruangan, tambahnya.

Selain itu, dari penyelidikan, ditemukan dua mahasiswa Fakultas Teknik turut mengalami luka – luka sehingga harus dirawat, sambungnya.

Iptu Eddy mengatakan, mengetahui adanya mahasiswa yang luka, sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik melakukan pembalasan ke Fakultas Pertanian dengan melakukan pelemparan batu dan juga membawa bom molotof kemudian dari kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan di Fakultas Pertanian dan juga laboratorium.

Dari kejadian tersebut, tiga unit sepeda motor dn satu unit mobil turut terbakar, ucapnya.

Api dapat dipadamkan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh dan BPBD Aceh Besar.

Api berhasil dipadamkan oleh petugas DPKP Kota Banda Aceh dan BPBD Aceh Besar. Kasus ini tetap kita tindak lanjut guna mengungkap aktor pelaku yang mengakibatkan rusaknya fasilitas pendidikan, pungkas Kasi Humas.

Baca Juga |  Ketua Umum Dwi Cristianto Lantik PW IWO Aceh dan PD IWO se-Aceh Termasuk PD IWO Pidie Jaya di Anjong Mon Mata

#Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh Lakukan TPTKP

Unit Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Satreskrim Polresta Banda Aceh melakukan Tindakan Pertama  Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) pasca pengrusakan dan terbakarnya Fakultas Pertanian dan dua unit sepeda motor serta Pos Satpam USK.

Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk pengumpulan, pengawetan, pengemasan, pengangkutan, dan pendokumentasian bukti fisik yang tertinggal di tempat kejadian.

Hal ini disampaikan oleh Kasatreskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono.

“Saat ini kami sedang melakukan olah TKP guna mengetahui sumber awal api yang membakar Gedung Fakultas Pertanian dan sepeda motor serta Pos Pengamanan USK,” ujar Kompol Dizha.

Selain itu, kami juga akan melakukan pengungkapan terkait kejadian yang terjadi di USK, dan hasilnya akan diberitahukan kepada masyarakat. Mohon kerjasamanya apabila mengetahui siapa aktornya dan diberitahukan kepada kami, kerahasiaan pelapor tetap terjaga, pungkasnya.

 

Share :

Baca Juga

News

‎Kapolres Pidie Serahkan Bantuan kepada Korban Puting Beliung di Kota Sigli

News

‎Kapolres Pidie Serahkan Bantuan untuk Imam Meunasah Korban Kebakaran di Peukan Baro ‎ ‎Pidie – Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., mengunjungi secara langsung warga An. Tgk. Ilyas yang rumahnya tertimpa musibah kebakaran di Gampong Jurong Krueng Seumideun, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Jumat (22/5/2026). ‎ ‎Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Lantas Polres Pidie AKP Aiyub Sami dan Kapolsek Peukan Baro AKP Kusman, S.E., serta turut dihadiri Camat Peukan Baro Iswadi, personel Polsek Peukan Baro, personel Koramil 06 Peukan Baro, dan staf Polres Pidie. ‎Selain meninjau kondisi lokasi pasca kebakaran, Kapolres juga menyerahkan bantuan sosial kepada warga terdampak berupa beras, telur, minyak goreng dan mieinstan. ‎ ‎AKBP Jaka Mulyana menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. ‎ ‎“Kehadiran kami di sini sebagai wujud empati dan kepedulian Polres Pidie terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban korban kebakaran,” ujar Kapolres. ‎ ‎Kapolres juga mengimbau agar seluruh pihak, termasuk aparatur gampong, terus berkoordinasi untuk membantu pemulihan kondisi warga terdampak. ‎ ‎Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Polres Pidie untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan dukungan sosial dan kemanusiaan saat warga membutuhkan. ‎ ‎

Daerah

BSI Siap Integrasikan UMKM Garap Potensi Halal Indonesia

News

Wingaga promo kód – průvodce mobilní aplikací a hraním

Daerah

Polda Aceh dan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Aceh Tanda Tangan Perjanjian Kerja Sama

News

Wingaga mobile – co potřebujete vědět o mobilním hraní v českém online kasinu

Headline

Pidie Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers Jelang Idul Adha 1447 H

Daerah

‎Kapolres Pidie Serahkan Bantuan untuk Imam Meunasah Korban Kebakaran di Peukan Baro