Home / Daerah / Lingkungan / News / Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025 - 22:04 WIB

Kisah di Balik Berdirinya Pusat Pemerintahan Pidie Jaya di Cot Trieng, Meureudu

PIDIE JAYA – nusaone.id Dulu, jalan menuju kawasan ini hanya berupa jalan setapak yang dipenuhi semak dan pematang sawah. Namun kini, Cot Trieng telah memiliki jalan dua jalur yang lebar dan mulus, lengkap dengan penerangan dan drainase modern. Pembangunan infrastruktur ini semakin memperkuat posisi kawasan perkantoran Pidie Jaya sebagai pusat kegiatan pemerintahan yang representatif dan maju.

Siapa sangka, kawasan megah perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya di Cot Trieng, Kecamatan Meureudu, dulunya hanyalah hamparan sawah dan kebun milik masyarakat. Area yang kini berdiri megah dengan deretan gedung pemerintahan itu terletak di antara Gampong Manyang Cut dan Manyang Lancok, mengarah ke Gampong Rungkom.

Baca Juga |  Kapolres Aceh Besar Pimpin Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat 89 Personel TMT 01 Januari 2026

 

Kini, kawasan Cot Trieng telah berubah total. Di lokasi yang dulunya hijau dengan hamparan padi dan kebun produktif, kini berdiri megah Kantor Bupati, Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Gedung Serbaguna, Perpustakaan Daerah, serta berbagai kantor pemerintahan lainnya. Infrastruktur jalan dan taman tertata rapi, menjadikan kawasan ini sebagai ikon baru Kabupaten Pidie Jaya.

 

Menurut cerita warga setempat, lahan di kawasan tersebut dulunya dijual sekitar Rp70.000 per meter, ketika rencana pembangunan pusat pemerintahan mulai digagas pada masa awal berdirinya Kabupaten Pidie Jaya. Sebagian besar pemilik tanah dengan sukarela menyerahkan lahannya demi mendukung pembangunan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Pidie tersebut.

Baca Juga |  Kejati Aceh Selidiki Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM Rp 420 Miliar Dari Tahun 2021 - 2024

 

Salah satu tokoh masyarakat Cot Trieng, Abdu Hamid (68), mengenang masa-masa awal pembangunan kawasan itu.

 

Dulu di sini cuma sawah dan kebun, bahkan untuk lewat pun harus jalan kaki di pematang. Waktu pemerintah mau bangun kantor bupati, kami rela jual tanah murah karena kami ingin lihat daerah ini maju,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

 

 

 

Menariknya, pada awal November 2025 mendatang, kawasan ini akan menjadi pusat perhatian seluruh Aceh karena ditunjuk sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Aceh. Beragam persiapan tengah dilakukan untuk menyambut ajang bergengsi tersebut, yang akan dipusatkan di area perkantoran Cot Trieng dan sekitarnya.

Baca Juga |  Wagub Aceh Hadiri Penganugerahan Gelar Adat untuk Mendagri Tito Karnavian oleh Wali Nanggroe

 

Transformasi Cot Trieng menjadi pusat pemerintahan bukan hanya mencerminkan perubahan fisik wilayah, tetapi juga menjadi simbol kemajuan dan tekad masyarakat Pidie Jaya untuk terus berkembang. Bagi warga lama, kenangan masa lalu tentang sawah dan kebun tetap hidup, namun kini rasa bangga menyelimuti hati mereka saat melihat daerahnya menjelma menjadi pusat aktivitas pemerintahan yang modern dan membanggakan

Share :

Baca Juga

Daerah

Dukung Masa Transisi Bencana, Polres Pidie Jaya Perkenalkan E-Learning Polri Mengajar

Daerah

Wagub Aceh Apresiasi Bantuan Presiden Prabowo untuk Sapi Meugang Korban Bencana

Daerah

Tanggap Darurat Bencana Tahap Tiga Berakhir, Pidie Jaya Masuki Masa Transisi 90 Hari

Daerah

Bupati Sibral Tetapkan Masa Transisi, Targetkan Rehabilitasi Terarah

Daerah

Solidaritas Antar Daerah: Lombok Barat Bantu Korban Banjir Aceh

Daerah

Wagub Aceh Minta Bantuan Sapi Meugang dan Dana Pemulihan Segera Direalisasikan

Daerah

Kapolda Aceh Hadiri Rapim TNI–Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka

Daerah

Sat Reskrim Polres Aceh Besar Gelar Press Release Ungkap Kasus Curanmor