PIDIE JAYA –nusaone.id Sekitar delapan ribu masyarakat memadati Kabupaten Pidie Jaya pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXVII tingkat Provinsi Aceh, Sabtu (1/11/2025). Antusiasme pengunjung yang membeludak membuat suasana pembukaan MTQ berlangsung semarak dan penuh semangat kebersamaan.

Fenomena ledakan pengunjung ini sudah terlihat sejak pagi hari menjelang pembukaan. Arus kendaraan mulai padat di kawasan Arena Utama MTQ di Meureudu, pusat kegiatan utama yang menjadi magnet bagi warga Aceh dari berbagai daerah. Aparat gabungan dari Polres Pidie Jaya, TNI, Dishub, Satpol PP, Satgas, dan relawan dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas serta memastikan kelancaran kegiatan.
Kegiatan MTQ kali ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antar daerah. Selain menyaksikan penampilan para qari dan qariah terbaik dari seluruh Aceh, masyarakat juga menikmati kemeriahan bazar rakyat dan pameran islami yang diselenggarakan di sekitar lokasi acara.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, M.M., S.Sos., M.E., mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. “Pidie Jaya menjadi tuan rumah yang luar biasa. Kami bersyukur masyarakat Aceh datang dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujarnya kepada awak media.
Untuk menjaga kenyamanan pengunjung, panitia menyiapkan sejumlah pos pelayanan kesehatan dan pos pengamanan di titik-titik strategis. Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan massa dan memastikan kegiatan berlangsung aman serta tertib.
Salah satu pengunjung asal Aceh Timur, Rasyidah (35), mengaku terkesan dengan suasana MTQ kali ini. “Ramainya luar biasa, tapi tertib. Kami datang sekeluarga untuk menonton dan sekalian berwisata religi. Pidie Jaya benar-benar sukses jadi tuan rumah,” katanya.
Gelaran MTQ ke-XXXVII di Pidie Jaya menjadi momentum penting bagi masyarakat Aceh dalam memperkuat silaturahmi, memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam bingkai keislaman dan kebudayaan.



















