Home / Daerah / Headline / News

Sabtu, 29 November 2025 - 22:46 WIB

Pemerintah Aceh Tinjau Kedatangan Bantuan Logistik di Bandara Malikussaleh Aceh Utara

Aceh Utara — Provinsi Aceh tengah menghadapi situasi darurat kemanusiaan akibat banjir besar yang melumpuhkan sebagian wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Untuk memastikan dukungan logistik tiba tepat waktu dan langsung disalurkan ke titik-titik terdampak, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh bergerak cepat meninjau proses kedatangan bantuan, Sabtu sore (29/11/2025).

Istri Gubernur Aceh, Ny. Marlina Muzakir, bersama Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, S.E., M.M., turun langsung ke Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe yang kini difungsikan sebagai pusat distribusi bantuan darurat.

Begitu pesawat kargo pengangkut bantuan logistik BNPB mendarat, seluruh proses pembongkaran dilakukan tanpa menunda waktu sedikit pun.

Baca Juga |  Polisi Amankan Lima Penyebar Hoaks Naiknya Air Laut saat Musibah Banjir, Masyarakat Diimbau tetap Tenang

“Bantuan harus disegerakan. Warga kita sedang dalam kondisi kritis. Banyak yang bertahan hanya dengan pakaian di badan. Mereka tidak bisa menunggu,” tegas Ny. Marlina di tengah kesibukan penurunan logistik.

Bencana banjir tersebut telah memutus sejumlah jalan nasional, menenggelamkan ribuan rumah, serta memaksa warga bertahan di tempat tinggi selama 3-4 hari tanpa pasokan makanan yang layak. Kondisi ini disebut sebagai salah satu krisis kemanusiaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir di wilayah tersebut.

Plt. Kadis Sosial Aceh, Chaidir, mengungkapkan bahwa stok logistik di Aceh saat ini berada pada fase paling kritis.

“Stok bantuan Aceh sudah habis. Kita mengandalkan pasokan dari pemerintah pusat dan dukungan mitra lainnya. Bantuan masuk lewat darat, laut, dan udara, tetapi banyak wilayah tetap sulit dijangkau,” ungkapnya.

Baca Juga |  Tindaklanjuti Kebijakan OJK, Bank Aceh Syariah Siapkan Relaksasi Bagi Nasabah Pembiayaan KUR/UMKM Terdampak Bencana

Salah satu daerah paling terdampak adalah Kecamatan Baktiya, di mana ketinggian air masih mencapai 1–2 meter di atas badan jalan, sehingga mengisolasi ribuan jiwa.

Menurut Chaidir, kebutuhan utama warga yang harus segera dipenuhi adalah pangan, sandang, dan air bersih.

“Ini bukan banjir biasa. Ada warga yang sudah tiga hari bertahan tanpa makanan cukup. Dua kebutuhan terbesar sekarang adalah makanan siap saji dan perlengkapan sandang. Suplai lokal sangat terbatas,” tambahnya.

Ia juga mengajak masyarakat dan lembaga kemanusiaan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

Baca Juga |  Abiy Haidar Farras Melaju ke Grand Final Duta Siswa Aceh 2025

“Fokuskan pada makanan siap saji, air minum, selimut, dan obat-obatan. Distribusikan langsung ke posko-posko yang terisolasi. Jangan menunda, karena ini situasi darurat,” imbaunya.

Dengan banyaknya akses darat yang terputus akibat jembatan ambruk dan tingginya genangan, jalur udara menjadi opsi utama untuk menjangkau titik bencana.

“Helikopter menjadi kunci untuk menjangkau wilayah yang benar-benar terisolasi,” tegas Chaidir.

Menutup peninjauan tersebut, Chaidir menginstruksikan agar seluruh tim bekerja tanpa menunggu waktu.

“Pastikan bantuan terjadwal dan bergerak hari ini juga. Setiap jam sangat berarti bagi keselamatan warga kita,” pungkasnya.

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Polda Aceh Nyatakan Dua Berkas Perkara Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Lengkap, Tersangka Diserahkan ke JPU

Daerah

Dorong Konsumen Cerdas, BSI Perkuat Literasi dan Digitalisasi Layanan yang Aman dan Inklusif

Daerah

‎Kapolres Pidie Pimpin Langsung Kegiatan Kesamaptaan Personel

Daerah

Ratusan Personel Polda Aceh Ikuti Donor Darah, Wujud Kepedulian Kemanusiaan

Daerah

Kapok Sahli Pangdam IM Pimpin Upacara Bulanan di Blang Padang Banda Aceh

Daerah

Dalam Rangka HUT IKAHI ke-73, Para Pimpinan Pengadilan di Aceh Kunjungi Yayasan Penyantun, Pesantren, dan Rumah Sesepuh Hakim

News

PW IWO Aceh Apresiasi HUT ke-4 Barsela24news.com, Dorong Terus Berkembang

Nasional

Faisal Mhd SE Sambut Kedatangan Tgk Habibi Nawawi LC dengan Penuh Kekeluargaan