Banda Aceh — nusaone.id
Sejumlah jalur utama dan ruas jalan nasional di Aceh hingga kini masih mengalami gangguan akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut sejak akhir November 2025. Berdasarkan laporan terbaru dari siaran RRI, beberapa ruas sudah mulai pulih, namun sejumlah titik vital masih terputus total dan belum dapat dilalui kendaraan.
Pada lintasan Banda Aceh – Pidie, arus kendaraan via Seulawah kembali normal dan bisa dilalui semua jenis kendaraan. Namun jalur alternatif melalui Laweung belum memiliki pembaruan resmi mengenai kelayakan jalan. Sementara itu, ruas Pidie – Pidie Jaya juga terpantau lancar tanpa hambatan berarti.
Kondisi berbeda terjadi di kawasan Pidie Jaya – Bireuen. Jalan nasional di Meureudu masih terputus, sehingga pengendara dialihkan melalui jalur belakang kota. Pengguna jalan juga diimbau berhati-hati saat melintas di Jembatan Batee Iliek, yang berada dalam kondisi rawan pascabanjir.
Di wilayah Bireuen – Aceh Utara, akses kendaraan masih terputus akibat kerusakan parah di Kutablang. Petugas dari BPJN saat ini tengah membangun jembatan darurat untuk membuka kembali jalur tersebut. Adapun ruas Aceh Utara – Lhokseumawe, Lhoksukon – Panton Labu, serta Aceh Timur – Langsa – Tamiang dilaporkan normal.
Berbeda dengan itu, jalur Aceh Utara – Aceh Timur di Peureulak masih digenangi air. Meski demikian, kendaraan berchasis tinggi masih dapat melintas dengan ekstra kewaspadaan. Sementara akses keluar Aceh menuju Sumatera Utara melalui Tamiang – Langkat masih lumpuh total akibat banjir setinggi 1,5 meter di kawasan Seumadam.
Untuk jalur tengah dan pegunungan, kerusakan juga terjadi di sejumlah wilayah. Ruas Bireuen – Bener Meriah masih terputus total, sedangkan jalur Aceh Utara – Bener Meriah via KKA hanya dapat dilalui pengendara motor trail. Kondisi serupa ditemukan pada jalur Sigli – Tangse – Geumpang – Pameu, hingga Geumpang – Pameu – Takengon, yang belum dapat dilewati kendaraan.
Sementara itu, akses Abdya – Gayo Lues masih terbuka, tetapi hanya untuk kendaraan roda dua jenis motor trail karena kondisi jalan yang belum stabil.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan BPJN terus melakukan penanganan darurat, mulai dari pembersihan material longsor hingga pembangunan jembatan darurat di titik-titik kritis. Pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan.



















