Home / Daerah / Lingkungan / Nasional / News / Opini / Pendidikan / Peristiwa / Sosial

Rabu, 7 Januari 2026 - 01:18 WIB

Panglima Laot Lhok Pasie Tibang Desak Normalisasi Muara Sungai

Banda Aceh —nusaone.id Pendangkalan yang terjadi di muara Sungai Lhok Pasie Tibang, Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, semakin menyulitkan aktivitas nelayan setempat. Akibat penumpukan sedimentasi, jalur keluar-masuk perahu nelayan menjadi dangkal sehingga nelayan kesulitan melaut.

Hasan (55), Panglima Laot Lhok Krueng Pasie Tibang, mengatakan kondisi ini sudah sangat mengganggu mata pencaharian nelayan. Saat air laut surut, perahu nelayan tidak dapat melintas sehingga mereka terpaksa menunggu pasang laut untuk bisa berangkat melaut.

Baca Juga |  Pemerintah Aceh Gerak Cepat Penuhi Permintaan Bantuan Logistik Wabup Aceh Utara

“Nelayan sangat susah untuk melaut. Kalau air surut, perahu tidak bisa keluar sama sekali. Kami harus menunggu air pasang, itu pun tidak selalu aman,” ujar Hasan, Selasa 6 Januari 2026.

Hasan juga menambahkan pendangkalan muara terjadi akibat penumpukan sedimentasi yang terus bertambah dan belum pernah dilakukan normalisasi secara menyeluruh.

Hasan berharap pemerintah segera turun tangan untuk menormalisasikan muara sungai tersebut agar aktivitas nelayan kembali lancar.

“Kami sangat berharap pemerintah segera melakukan normalisasi muara ini, karena ini menyangkut mata pencaharian banyak nelayan,” tambahnya.

Baca Juga |  Arus Air Deras Melintasi Masjid Agung Pante Geulima, Warga Waspada

Hasan juga menyinggung kejadian serupa yang pernah terjadi di Lhok Krueng Aceh. Saat itu, lembaga adat setempat berinisiatif melakukan pengerukan muara secara swakelola. Hasilnya, hingga kini alur muara di wilayah tersebut dapat berfungsi dengan baik dan aktivitas nelayan berjalan normal.

“Contoh di Lhok Krueng Aceh, mereka lakukan pengerukan secara swakelola oleh lembaga adat, dan sampai sekarang masih berjalan normal,” jelas Hasan.

Baca Juga |  Bangun Kebersamaan, Polres Pidie Jaya Gelar Jumat Curhat untuk Sukseskan Pilchiksung di Kecamatan Ulim

Ia menilai, pengerukan muara sebaiknya melibatkan lembaga adat laot karena mereka lebih memahami kondisi pasang surut serta arus keluar-masuk air laut di wilayah tersebut.

“Kalau bisa, pengerukan ini dilakukan oleh lembaga adat laot. Kami lebih paham karakter muara, arus, dan waktu yang tepat untuk bekerja,” tutupnya.

Pendangkalan muara ini tidak hanya berdampak pada keselamatan nelayan, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.

Share :

Baca Juga

Opini

Disertasi Alumni Dayah Ungkap Konsep Hibrid, Sidang Berlangsung Dinamis

Opini

Fadlullah Pastikan Bantuan Rumah Korban Bencana Tersalurkan Tepat Sasaran

Lingkungan

Polres Pidie Jaya Gencarkan Imbauan Anti Karhutla di Kawasan Perkebunan

Daerah

Polda Aceh Nyatakan Dua Berkas Perkara Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Lengkap, Tersangka Diserahkan ke JPU

Daerah

Dorong Konsumen Cerdas, BSI Perkuat Literasi dan Digitalisasi Layanan yang Aman dan Inklusif

Daerah

‎Kapolres Pidie Pimpin Langsung Kegiatan Kesamaptaan Personel

Nasional

IWO Aceh Gaungkan Semangat Raden Ajeng Kartini dalam Jurnalisme Berkualitas

Opini

Aceh — Mendagri dan Wagub Aceh Pastikan Pemulihan Pascabencana Tepat Sasaran