Meriah–Aceh Tengah
Bener Meriah — nusaone.id
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meninjau langsung Jembatan Umah Besi di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (8/1/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan jembatan yang dibangun pascabencana banjir bandang tersebut aman dan layak digunakan masyarakat.
Kasad menyampaikan bahwa kondisi fisik dan konstruksi jembatan telah memenuhi standar keamanan. Pulihnya Jembatan Umah Besi menjadi kabar baik bagi warga karena jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Kabupaten Bireuen melalui jalur Teupin Mane menuju Kabupaten Bener Meriah, serta menjadi penghubung lanjutan ke Kabupaten Aceh Tengah (Takengon).
Sebelumnya, jembatan tersebut putus akibat terjangan banjir bandang pada November 2025 lalu. Kondisi itu menyebabkan terhambatnya mobilitas masyarakat, terisolasinya sejumlah desa, serta terganggunya distribusi logistik dan kebutuhan pokok yang berdampak pada aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.
Sebagai langkah pemulihan, TNI Angkatan Darat melalui personel Zeni AD bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun jembatan Bailey sebagai solusi darurat. Pembangunan jembatan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat setempat, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bener Meriah.
Pada tahap awal, jembatan Bailey dioperasikan secara terbatas bagi kendaraan roda dua dan roda empat dengan pembatasan tonase tertentu. Meski bersifat sementara, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu memperlancar aktivitas masyarakat dan menjaga stabilitas perekonomian warga di wilayah sekitar.
Kasad menegaskan bahwa keterlibatan TNI AD dalam pembangunan dan pemulihan infrastruktur merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu penanggulangan bencana alam. Ia berharap, dengan kembali berfungsinya Jembatan Umah Besi, konektivitas antarwilayah dapat pulih sepenuhnya dan aktivitas masyarakat berjalan normal.
Pulihnya jembatan penghubung ini diharapkan mampu mendorong kembali aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik masyarakat di Kabupaten Bener Meriah dan sekitarnya.


















