Pidie Jaya — nusaone.id
Warga Gampong Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, masih menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kondisi rumah yang dipenuhi lumpur pascabanjir, Sabtu (17/1/2026).
Kondisi tersebut terlihat dari aktivitas sebuah keluarga yang terpaksa makan bersama dengan menggelar daun kelapa sebagai alas di dalam rumah mereka. Lantai rumah yang masih tertutup lumpur membuat peralatan makan dan perabotan rumah tangga belum dapat digunakan secara normal.
Banjir yang melanda wilayah Meurah Dua terjadi akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.
Akibat banjir tersebut, sejumlah rumah warga terendam air dan lumpur, sementara perabotan rumah tangga mengalami kerusakan dan sebagian tidak dapat digunakan.
Hingga saat ini, warga masih melakukan pembersihan lumpur secara manual dengan peralatan seadanya. Proses pemulihan berlangsung secara bertahap seiring surutnya air banjir.
Meski berada dalam kondisi sulit, warga tetap berupaya bertahan dan melanjutkan kehidupan sehari-hari. Kebersamaan keluarga dan saling membantu antarwarga menjadi kekuatan utama menghadapi dampak bencana.
Warga berharap adanya perhatian dan bantuan lanjutan dari pemerintah daerah serta pihak terkait, terutama bantuan peralatan kebersihan dan dukungan pemulihan rumah pascabanjir.
Blang Cut, Meurah Dua, Pidie Jaya —
Warga Gampong Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, masih menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kondisi rumah yang dipenuhi lumpur pascabanjir, Sabtu (17/1/2026).
Kondisi tersebut terlihat dari aktivitas sebuah keluarga yang terpaksa makan bersama dengan menggelar daun kelapa sebagai alas di dalam rumah mereka. Lantai rumah yang masih tertutup lumpur membuat peralatan makan dan perabotan rumah tangga belum dapat digunakan secara normal.
Banjir yang melanda wilayah Meurah Dua terjadi akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.
Akibat banjir tersebut, sejumlah rumah warga terendam air dan lumpur, sementara perabotan rumah tangga mengalami kerusakan dan sebagian tidak dapat digunakan.
Hingga saat ini, warga masih melakukan pembersihan lumpur secara manual dengan peralatan seadanya. Proses pemulihan berlangsung secara bertahap seiring surutnya air banjir.
Meski berada dalam kondisi sulit, warga tetap berupaya bertahan dan melanjutkan kehidupan sehari-hari. Kebersamaan keluarga dan saling membantu antarwarga menjadi kekuatan utama menghadapi dampak bencana.
Warga berharap adanya perhatian dan bantuan lanjutan dari pemerintah daerah serta pihak terkait, terutama bantuan peralatan kebersihan dan dukungan pemulihan rumah pascabanjir.


















