nusaone.id – Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru penanganan bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Hingga Minggu (1/2/2026) sore, puluhan korban telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi oleh tim gabungan.
Bencana longsor tersebut terjadi di sejumlah titik permukiman warga yang berada di kawasan rawan pergerakan tanah akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Material longsor menimbun rumah warga serta memutus akses jalan di lokasi kejadian.
BNPB mencatat, hingga Minggu (1/2/2026) pukul 16.00 WIB, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 74 kantong jenazah dari lokasi terdampak dan mengirimkannya ke pos identifikasi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 57 jenazah korban longsor telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Sementara itu, 17 kantong jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.
Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Proses identifikasi dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur terkait guna memastikan keakuratan data korban.
Operasi pencarian dan pertolongan kembali dilanjutkan pada Senin (2/2/2026) sejak pukul 08.00 WIB. Fokus pencarian diarahkan untuk menemukan enam orang yang hingga kini masih dinyatakan hilang akibat tertimbun material longsor.
Untuk mempercepat proses pencarian, tim SAR gabungan menambah pengerahan alat berat di sejumlah titik rawan. Sedikitnya 18 unit alat berat dikerahkan guna memperluas area pencarian serta mempercepat pembukaan akses di lokasi terdampak.
Namun demikian, proses pencarian tidak berjalan tanpa hambatan. Kondisi cuaca di lokasi kejadian masih disertai hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, yang berpotensi memicu longsor susulan dan menyulitkan pergerakan personel di lapangan.
BNPB bersama pemerintah daerah setempat terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan stabilitas tanah guna meminimalkan risiko bagi petugas maupun masyarakat sekitar selama proses pencarian berlangsung.
Meski menghadapi tantangan cuaca dan medan berat, semangat dan kesiapsiagaan personel SAR gabungan tetap terjaga. Tercatat sekitar 3.229 personel dari berbagai unsur terlibat aktif dalam operasi pencarian, evakuasi, dan penanganan darurat.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan serta mengikuti arahan petugas di lapangan, seraya berharap seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan


















