nusaone.id – Pidie Jaya –
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi atau yang akrab disapa Nyak Syi, terus mendampingi warga pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, meski daerah tersebut memiliki keterbatasan anggaran.
Bencana banjir bandang dan longsor itu terjadi pada 25 November 2025 dan berdampak pada sejumlah gampong di Pidie Jaya, menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta memaksa sebagian masyarakat mengungsi.
Sejak hari pertama bencana, Nyak Syi memilih tetap berada di lapangan untuk memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik, mulai dari pendistribusian bantuan hingga pembukaan akses jalan yang sempat terputus.
Pidie Jaya yang bukan daerah dengan anggaran melimpah tetap berupaya maksimal dalam penanganan bencana. Pemerintah kabupaten mengerahkan seluruh sumber daya yang ada serta menjalin koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Selain mendampingi warga terdampak, Nyak Syi juga turut mendampingi pejabat pemerintah pusat yang datang meninjau lokasi bencana, agar kondisi riil di lapangan dapat dilihat secara langsung.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat dapat disalurkan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Dalam menjalankan tugasnya, aktivitas Nyak Syi berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Waktu istirahat menjadi sangat terbatas karena padatnya kegiatan lapangan dan rapat koordinasi penanganan bencana.
Kondisi kesehatan Nyak Syi sempat menurun hingga beberapa kali harus menjalani perawatan medis berupa pemasangan infus, namun hal itu tidak menghentikannya untuk kembali melanjutkan tugas di lapangan.
Menurut Nyak Syi, prioritas utama pemerintah daerah adalah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak tanpa ada yang terabaikan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
Kehadiran langsung pimpinan daerah di tengah masyarakat terdampak diharapkan dapat memberikan dukungan moril serta memperkuat kepercayaan warga bahwa pemerintah hadir dan bekerja bersama rakyat dalam menghadapi bencana.
(**)

















