nusaone.id – Jakarta – Polri memfasilitasi akses modal dan penyerapan panen untuk petani jagung pakan ternak demi memperkuat ketahanan pangan nasional. Upaya ini dilakukan melalui rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Mabes Polri, Jumat (6/2/2026).
Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang difasilitasi Himbara, kelompok tani di berbagai daerah, seperti Nagreg dan Ciamis, mendapat akses modal untuk menanam dan memperluas lahan jagung. Senior Vice President BRI, Danang Andi Wijanarko, mengatakan BRI menyiapkan plafon Rp 180 triliun untuk KUR Mikro di sektor pertanian, termasuk jagung.
Polri juga menjaga stabilitas harga agar petani tidak terjebak dijual ke tengkulak. Caranya, bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga Rp 6.400 per kilogram sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). “Kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani di Jabar dan Kalsel,” ujar Brigjen Langgeng Purnomo, Karobinkar SSDM Polri.
Program ini menargetkan pengembangan lahan tidur, peningkatan produksi jagung, dan kesejahteraan petani. Dengan pendampingan yang tepat, diharapkan petani mampu membayar pinjaman modal tepat waktu sekaligus meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.



















