Home / Headline / News

Jumat, 5 September 2025 - 16:16 WIB

Desak Komisi VII DPRA dan Pemerintah Aceh Tindak Tegas Pansel Seleksi Calon Anggota BMA yang Diduga Manipulatif

NusaOne.id | Banda Aceh – Sejumlah peserta seleksi calon anggota Baitul Mal Aceh periode 2025-2030 mendesak Pemerintah Aceh dan DPRA khususnya Komisi VII, untuk segera memanggil Panitia Seleksi (Pansel) dan pihak ketiga penyelenggara ujian Computer Assisted Test (CAT) atas dugaan manipulasi materi soal ujian yang merugikan peserta di hari pertama seleksi.

Seleksi yang digelar selama dua hari berturut-turut di Laboratorium SMK SMIT Banda Aceh, Selasa-Rabu (2-3/9), diikuti 150 peserta pada hari pertama. Namun, para peserta mengeluhkan adanya perbedaan signifikan antara materi soal pada hari pertama dan hari kedua yang dinilai tidak relevan dengan tugas dan fungsi anggota BMA.

Baca Juga |  Singkronisasi Gagal, PLN Jelaskan Penyebabnya, Darmawan : " Arus Listrik Tidak Stabil Ketika Memasuki Sigli"

“Materi soal di hari pertama banyak yang tidak terkait dengan kompetensi Baitul Mal Aceh, seperti soal terkait keberadaan Wali Nanggroe, Majelis Adat Aceh, Hukum Cambuk, Hudud, dan Mahkamah Syari’yah. Ini jelas merugikan kami sebagai peserta yang sudah berjuang keras mengikuti seleksi,” ungkap salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya pada, Jumat (05/09/2025).

Baca Juga |  Maman Suherman Terima Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka dari Perpusnas

Setelah adanya protes dari peserta, Pansel diketahui mengubah materi soal ujian pada hari kedua agar lebih sesuai dengan konteks seleksi, yaitu pengelolaan kebijakan, keuangan daerah, dan pemberdayaan ekonomi umat. Namun, peserta menilai perubahan tersebut terlalu terlambat dan tidak adil bagi mereka yang sudah mengikuti ujian di hari pertama.

“Kami mendesak Gubernur Aceh, Wakil Gubernur, dan DPRA untuk memanggil Pansel serta pihak ketiga yang mengelola CAT untuk menjelaskan permasalahan ini. Apakah ini kesengajaan atau kelalaian, publik harus tahu siapa yang bertanggung jawab,” ungkap peserta tersebut.

Baca Juga |  Evakuasi Kecelakaan Pesawat di Sulsel Berlanjut, SAR Gabungan Temukan 11 Paket

Baitul Mal Aceh dikenal sebagai lembaga yang transparan dalam pengelolaan dan pendistribusian dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) di 23 kabupaten/kota. Para peserta berharap proses seleksi calon anggota BMA dilakukan secara adil, transparan, dan sesuai dengan substansi tugas lembaga, sehingga menghasilkan anggota yang mampu bekerja dengan integritas dan berlandaskan syariat.

Share :

Baca Juga

Headline

DPW PKB Aceh Gelar Halal Bihalal Khusus Bersama Pers Aceh, Sebut Media Sebagai Mitra Strategis

Daerah

Diduga Picu Korban Jiwa, Aktivitas Biji Besi di Abdya Diminta Dihentikan

Daerah

Peusijuek Balee dan Halal Bi Halal ICMI Aceh 1447 H: Silaturrahim Adalah Fondasi Utama Dalam Membangun Organisasi

Daerah

Bangun Sinergi, RAPI Aceh Besar dan Pidie Jaya Diskusikan Langkah Strategis

Daerah

Sinergi Pusat dan Daerah, Fadhlullah Dampingi Fadli Zon Bantu Warga Huntara dan Anak Yatim

Daerah

Hasil Riset Hukum, Kampus UIN Ar-Raniry Masuk Dalam Peringkat 2, Airlangga Posisi Pertama Nasional

Daerah

Perkuat Sinergi, Ketua PW IWO Aceh Sambangi Kantor PD IWO Aceh Barat

Daerah

Residivis Pencurian di Sejumlah Warkop di Banda Aceh Ditangkap Polisi