Aceh Optimalkan Anggaran dan Data untuk Pemulihan Pascabencana

BANDA ACEH – nusaone.id – Pemerintah Aceh terus mempercepat pemulihan pascabencana dengan mengoptimalkan anggaran dan pemanfaatan data. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menegaskan strategi ini saat memimpin rapat koordinasi bersama Tim Leader Program SKALA di ruang kerjanya, Rabu (21/1/2026).

Nasir berharap dukungan pusat-daerah lebih fleksibel, terutama dalam perbaikan infrastruktur seperti sungai dan jembatan, mengingat keterbatasan ruang fiskal daerah. “Kolaborasi ini penting agar pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Rapat dihadiri tim SKALA yang dipimpin Petra Karetji dan jajaran pemerintah daerah Aceh. Program SKALA menegaskan perannya mendukung prioritas pemerintah, bukan membuat aktivitas baru.

Baca Juga |  Lapas Kelas IIA Banda Aceh ikuti Pengarahan oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan melalui Zoom

Target awal penyelesaian Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-Bencana (R3P) adalah 20 Januari, namun kini disesuaikan menjadi 30 Januari agar pemulihan lebih terukur.

Fokus pemulihan meliputi infrastruktur kritis, pendidikan, dan kesehatan. Pemerintah Aceh juga memaksimalkan anggaran kategori mendesak untuk memastikan kebutuhan prioritas tercapai.

Dalam upaya mitigasi dan analisis pascabencana, SKALA melakukan uji coba data di Aceh Tamiang menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai basis informasi. Aplikasi SIGAP dan platform Tilikan juga digunakan untuk memantau kondisi di tingkat gampong.

Baca Juga |  Polda Aceh dan Bulog Salurkan 65,5 Ton Beras Lewat Gerakan Pangan Murah

Pemerintah melibatkan 150 Civil Society Organization (CSO) dan 96 sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memperkuat berbagai klaster pemulihan.

Kolaborasi dengan akademisi juga digencarkan. Sekitar 210 mahasiswa STIS akan membantu pengumpulan data di lapangan, memperkuat akurasi intervensi pemerintah.

Baca Juga |  Pengajian Surat Pendek MTQ Aceh Dimulai di Masjid Jamik Pante Gelima

Petra Karetji memuji capaian Aceh dalam pengelolaan data, yang menempatkan provinsi ini di peringkat ke-8 nasional dalam pelayanan publik menurut Kemenpan.

Meski pemulihan ekonomi bukan mandat utama SKALA, risiko sosial-ekonomi seperti munculnya tengkulak tetap diantisipasi. Koordinasi dengan DFAT dan program SIAP SIAGA dilakukan untuk mendukung masyarakat terdampak.

Sekda M. Nasir menekankan, strategi terpadu antara pemerintah, SKALA, swasta, dan akademisi menjadi kunci agar pemulihan pascabencana Aceh berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran.

Share :

Baca Juga

Daerah

Wagub Aceh Apresiasi Bantuan Presiden Prabowo untuk Sapi Meugang Korban Bencana

Daerah

Tanggap Darurat Bencana Tahap Tiga Berakhir, Pidie Jaya Masuki Masa Transisi 90 Hari

Daerah

Bupati Sibral Tetapkan Masa Transisi, Targetkan Rehabilitasi Terarah

Daerah

Solidaritas Antar Daerah: Lombok Barat Bantu Korban Banjir Aceh

Daerah

Wagub Aceh Minta Bantuan Sapi Meugang dan Dana Pemulihan Segera Direalisasikan

Daerah

Kapolda Aceh Hadiri Rapim TNI–Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka

Daerah

Sat Reskrim Polres Aceh Besar Gelar Press Release Ungkap Kasus Curanmor

Daerah

Polda Aceh Tindak TegasTambang Emas Ilegal di Geumpang demi Lingkungan dan Keselamatan Masyarakat