Aceh —nusaone.id Di tengah perubahan cepat dunia pendidikan, peran Kepala Sekolah kini semakin vital. Mereka bukan hanya pengelola administrasi, tetapi mitra strategis yang menentukan arah mutu layanan pendidikan di sekolah. Karena itu, pelatihan Bimbingan Calon Kepala Sekolah (BCKS) 2025 hadir bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan langkah konkret menjawab tantangan zaman.
Berbeda dari pelatihan konvensional, BCKS 2025 tidak hanya berfokus pada teori dan administrasi, melainkan mengedepankan pengembangan mindset, empati, dan kemampuan fasilitasi adaptif. Di ruang pelatihan, para calon kepala sekolah diajak untuk berefleksi, berdiskusi, dan mensimulasikan langsung berbagai permasalahan nyata di lingkungan sekolah.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari strategi besar menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, kolaboratif, dan berdampak. Peserta tidak hanya disiapkan secara teknis dan administratif, tetapi juga secara mental dan ideologis sebagai agen perubahan pendidikan yang berakar pada nilai-nilai kejujuran, kebersamaan, dan tanggung jawab.
Lebih dari sekadar pelatihan formal, BCKS 2025 menjadi ruang pembelajaran reflektif yang membantu calon kepala sekolah mengenali dirinya sendiri sebagai pendamping dan pemimpin. Mereka diajak memahami bagaimana memandang sekolah bukan hanya sebagai institusi, melainkan sebagai komunitas belajar yang hidup dan terus bertumbuh.
Dengan pendekatan yang holistik, BCKS 2025 membuktikan bahwa kepemimpinan pendidikan tidak bisa dibentuk hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan kesadaran, empati, dan visi yang berpihak pada kemajuan peserta didik serta masa depan pendidikan Indonesia.
Penulis Fitriani, S.pd
Peserta BCKS. GTK Aceh


















