Home / Daerah / Headline / Kesehatan / Lingkungan / Nasional / News / Peristiwa / Sosial

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:18 WIB

Bertahan di Tengah Lumpur, Warga Blang Cut Jalani Aktivitas Sehari-hari Pascabanjir

Pidie Jaya — nusaone.id

Warga Gampong Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, masih menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kondisi rumah yang dipenuhi lumpur pascabanjir, Sabtu (17/1/2026).

Kondisi tersebut terlihat dari aktivitas sebuah keluarga yang terpaksa makan bersama dengan menggelar daun kelapa sebagai alas di dalam rumah mereka. Lantai rumah yang masih tertutup lumpur membuat peralatan makan dan perabotan rumah tangga belum dapat digunakan secara normal.

Banjir yang melanda wilayah Meurah Dua terjadi akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.

Akibat banjir tersebut, sejumlah rumah warga terendam air dan lumpur, sementara perabotan rumah tangga mengalami kerusakan dan sebagian tidak dapat digunakan.

Baca Juga |  Remaja Blang Balok Korban Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia

Hingga saat ini, warga masih melakukan pembersihan lumpur secara manual dengan peralatan seadanya. Proses pemulihan berlangsung secara bertahap seiring surutnya air banjir.

Meski berada dalam kondisi sulit, warga tetap berupaya bertahan dan melanjutkan kehidupan sehari-hari. Kebersamaan keluarga dan saling membantu antarwarga menjadi kekuatan utama menghadapi dampak bencana.

Warga berharap adanya perhatian dan bantuan lanjutan dari pemerintah daerah serta pihak terkait, terutama bantuan peralatan kebersihan dan dukungan pemulihan rumah pascabanjir.

Blang Cut, Meurah Dua, Pidie Jaya —

Baca Juga |  25 Tangki Air Bersih Sumbangan BSI Berangkat ke Aceh

Warga Gampong Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, masih menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kondisi rumah yang dipenuhi lumpur pascabanjir, Sabtu (17/1/2026).

Kondisi tersebut terlihat dari aktivitas sebuah keluarga yang terpaksa makan bersama dengan menggelar daun kelapa sebagai alas di dalam rumah mereka. Lantai rumah yang masih tertutup lumpur membuat peralatan makan dan perabotan rumah tangga belum dapat digunakan secara normal.

Banjir yang melanda wilayah Meurah Dua terjadi akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.

Baca Juga |  Polisi Siaga Pagi Hari, Strong Point Pagi Jaga Kamseltibcarlantas

Akibat banjir tersebut, sejumlah rumah warga terendam air dan lumpur, sementara perabotan rumah tangga mengalami kerusakan dan sebagian tidak dapat digunakan.

Hingga saat ini, warga masih melakukan pembersihan lumpur secara manual dengan peralatan seadanya. Proses pemulihan berlangsung secara bertahap seiring surutnya air banjir.

Meski berada dalam kondisi sulit, warga tetap berupaya bertahan dan melanjutkan kehidupan sehari-hari. Kebersamaan keluarga dan saling membantu antarwarga menjadi kekuatan utama menghadapi dampak bencana.

Warga berharap adanya perhatian dan bantuan lanjutan dari pemerintah daerah serta pihak terkait, terutama bantuan peralatan kebersihan dan dukungan pemulihan rumah pascabanjir.

Share :

Baca Juga

Daerah

Polres Aceh Besar Bersama Polda Aceh dan TNI Tertibkan Tambang Emas Ilegal Di Aliran Sungai Siron

Daerah

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Laksanakan Saweu Sikula dan Trauma Healing di Sigli

Daerah

Dukung Masa Transisi Bencana, Polres Pidie Jaya Perkenalkan E-Learning Polri Mengajar

Daerah

Wagub Aceh Apresiasi Bantuan Presiden Prabowo untuk Sapi Meugang Korban Bencana

Daerah

Tanggap Darurat Bencana Tahap Tiga Berakhir, Pidie Jaya Masuki Masa Transisi 90 Hari

Daerah

Bupati Sibral Tetapkan Masa Transisi, Targetkan Rehabilitasi Terarah

Daerah

Solidaritas Antar Daerah: Lombok Barat Bantu Korban Banjir Aceh

Daerah

Wagub Aceh Minta Bantuan Sapi Meugang dan Dana Pemulihan Segera Direalisasikan