nusaone.id – Langkahan – Suasana haru menyelimuti warga pengungsi banjir di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, saat waktu berbuka puasa tiba, Selasa (17/3/2026). Di tengah keterbatasan akibat bencana, warga akhirnya dapat menikmati hidangan daging yang telah lama mereka rindukan.
Kebahagiaan tersebut hadir berkat bantuan satu ekor sapi dari Wakil Gubernur Aceh yang diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir. Bantuan ini merupakan respons atas permintaan warga yang ingin merasakan berbuka puasa dengan lauk istimewa di bulan Ramadan.
Salah satu warga pengungsi, Yusuf (52), mengaku sangat terharu karena keinginan sederhana mereka akhirnya terwujud. Ia mengatakan, sejak banjir melanda, warga jarang bahkan hampir tidak pernah menikmati makanan bergizi seperti daging.
“Sudah lama sekali kami tidak makan daging. Kami hanya ingin bisa berbuka bersama dengan lauk yang istimewa, walaupun sederhana,” ujar Yusuf dengan mata berkaca-kaca.
Permintaan tersebut sebelumnya disampaikan langsung kepada Wakil Gubernur Aceh saat kegiatan buka puasa bersama di Masjid Matang Drien. Tanpa menunggu lama, permintaan itu langsung direspons dengan pengiriman satu ekor sapi ke lokasi pengungsian.
Pada hari yang sama, sapi tersebut disembelih dan diolah secara gotong royong oleh warga pengungsi. Suasana kebersamaan tampak begitu kuat, dengan warga saling membantu menyiapkan hidangan berbuka puasa.
Wakil Gubernur Aceh menyampaikan rasa empati dan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat.
“Saya terharu melihat kondisi masyarakat di sini. Di tengah ujian, mereka tetap kuat dan sabar. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi ini adalah bentuk kehadiran pemerintah agar masyarakat tidak merasa sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan, terutama bagi masyarakat yang sedang menghadapi cobaan.
Bagi warga pengungsi, bantuan tersebut bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga menjadi simbol perhatian dan kepedulian pemerintah di tengah masa sulit yang mereka alami.
Di antara tenda-tenda pengungsian, senyum mulai kembali terlihat. Anak-anak hingga orang tua berkumpul menanti waktu berbuka dengan penuh harap.
Momen berbuka puasa bersama itu pun menjadi penguat semangat bagi warga, bahwa di tengah cobaan masih ada kepedulian dan kebersamaan yang menghangatkan.
Bantuan satu ekor sapi mungkin terlihat sederhana, namun bagi warga pengungsi Langkahan, hal tersebut menjadi kebahagiaan yang tak ternilai dan pengingat bahwa mereka tidak sendiri menghadapi ujian.
(**)



















