nusaone.id – Pidie Jaya
Curah hujan tinggi mengguyur Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), khususnya kawasan jembatan layang dan kompleks perkantoran Bupati Pidie Jaya, pada Kamis malam (5/2/2026). Hujan deras tersebut berlangsung selama beberapa jam dan memicu kewaspadaan masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hujan mulai turun sejak pukul 19.15 WIB dan terus berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WIB. Hingga larut malam, intensitas hujan masih terpantau lebat di sejumlah titik.

Hujan deras terjadi secara merata, terutama di kawasan jembatan layang, perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, serta wilayah permukiman di sekitarnya.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan kondisi jalan menjadi basah dan licin. Jarak pandang pengendara juga berkurang akibat hujan deras yang turun pada malam hari.
Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat terparkir dalam kondisi basah. Arus lalu lintas di kawasan tersebut terpantau lebih lengang dibandingkan hari-hari biasanya.
Hujan yang berlangsung cukup lama menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya warga yang bermukim di bantaran sungai di wilayah Pidie Jaya.
Warga khawatir debit air sungai kembali meningkat dan berpotensi meluap, mengingat beberapa bulan lalu banjir sempat terjadi dan merendam rumah serta fasilitas umum.
Beberapa warga mengaku terus memantau kondisi sungai dan memilih bersiaga di rumah masing-masing sebagai langkah antisipasi jika hujan berlanjut hingga dini hari.
Selain potensi luapan sungai, hujan deras juga dikhawatirkan dapat menimbulkan genangan air di sejumlah titik, terutama di kawasan dengan sistem drainase yang belum optimal.
Hingga Kamis malam, belum ada laporan resmi terkait banjir maupun kerusakan akibat hujan deras tersebut. Kondisi cuaca masih terus dipantau oleh masyarakat setempat.
Masyarakat serta pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan berhati-hati saat melintas di kawasan jembatan layang serta wilayah rawan banjir.
Penulis & foto: Arju Na Fahlefi
Hujan deras guyur Pidie jaya dan sekitarnya, masyarakat waspadai luapan air sungai.


















