nusaone.id – Meureudu – Aparat kepolisian melakukan pengamanan ketat dalam kunjungan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, ke Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (21/2/2026). Pengawalan dilakukan oleh jajaran Intelkam guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Kunjungan tersebut berlangsung di Aula Gedung MTQ Gampong Mayang Cut, Kecamatan Meureudu. Agenda utama dalam Safari Ramadhan itu meliputi buka puasa bersama masyarakat, penyerahan bantuan kepada warga terdampak banjir, serta pelaksanaan Shalat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah.
Mendagri hadir didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Dirjen Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal ZA, serta Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi. Turut hadir unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah lainnya.
Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu mendampingi Direktur Intelkam Polda Aceh Kombes Pol Said Anna Fauza dalam pelaksanaan pengamanan. Personel disiagakan secara terbuka maupun tertutup di sejumlah titik untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Melalui Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi, pihak kepolisian menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan tamu negara sekaligus masyarakat yang hadir.
Dalam sambutannya, Tito Karnavian menegaskan bahwa Pemerintah Pusat terus memberikan perhatian terhadap kondisi pascabanjir di Pidie Jaya. Ia menyoroti persoalan lumpur yang masih menimbun rumah warga, luapan sungai saat hujan deras, serta dampak terhadap permukiman dan lahan pertanian.
Mendagri juga mendorong Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya segera menyusun perencanaan pembangunan tanggul beton guna mengatasi luapan sungai. Selain itu, pemerintah daerah diminta segera mengajukan perencanaan penanganan rumah dan lahan pertanian terdampak ke Pemerintah Pusat agar dapat ditindaklanjuti.
Terkait pembangunan hunian tetap (Huntap), Mendagri meminta agar pendataan masyarakat segera dirampungkan, baik untuk pembangunan di atas tanah pribadi maupun dalam bentuk rumah kopel. Langkah tersebut dinilai penting agar realisasi bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Sebelum Shalat Tarawih, Mendagri menyerahkan bantuan kepada masyarakat hunian sementara (Huntara). Bantuan meliputi 100 paket perlengkapan ibadah, ratusan pakaian, jilbab, celana, kemeja, jaket, rompi, sajadah, mukenah, sarung, serta Al-Qur’an.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah, doa bersama, buka puasa, serta Shalat Magrib, Isya dan Tarawih berjamaah. Momentum Safari Ramadhan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya, sekaligus memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga selama proses pembangunan berlangsung.
(Humas polres Pidie jaya)



















