Home / Daerah / Headline / News

Selasa, 7 April 2026 - 17:46 WIB

Kapolda Aceh Hadiri Pembukaan Mubes Majelis Adat Aceh 2026

Nusaone / Aceh Besar – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M menghadiri pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) Majelis Adat Aceh Tahun 1447 H/2026 M yang berlangsung di Pendopo Wali Nanggroe, Aceh Besar, Selasa, 7 April 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, Staf Khusus Wali Nanggroe, Asisten I Sekda Aceh, Kapoksahli Kodam Iskandar Muda, Dirbinmas Polda Aceh, perwakilan Mahkamah Syar’iyah Aceh, Kasi II Asintel Kajati Aceh, Ketua Komisi VII DPR Aceh, Rektor ISBI Aceh, pimpinan Majelis Adat se-kabupaten/kota di Aceh, serta para tokoh agama dan unsur lembaga adat lainnya.

Baca Juga |  Lahan 7,5 Hektare Disiapkan, Pemkab Aceh Barat Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat Tahap II

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan forum strategis dalam rangka penguatan peran lembaga adat di Aceh.

“Mubes Majelis Adat Aceh ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fungsi dan peran lembaga adat dalam menjawab berbagai dinamika sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wali Nanggroe Aceh menegaskan bahwa adat Aceh merupakan fondasi utama dalam menjaga kehormatan dan kesinambungan peradaban. Oleh karena itu, adat harus difungsikan secara aktif dan adaptif dalam merespons berbagai persoalan aktual, kutip Kabid Humas.

Baca Juga |  Kapolda Aceh Berikan Arahan kepada Personel Ditpamobvit dan Ditbinmas

Ia juga menyoroti dampak bencana banjir hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025, yang tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi turut memengaruhi stabilitas sosial masyarakat.

“Penanganan pascabencana harus dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan sosial dengan mengedepankan nilai-nilai adat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, penguatan kelembagaan adat diarahkan melalui revitalisasi struktur organisasi, digitalisasi sistem, serta optimalisasi peran generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting agar lembaga adat semakin responsif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Baca Juga |  Hangatnya Silaturahmi Lebaran di Huntara MTQ Pidie Jaya

Secara keseluruhan, peran adat diharapkan tidak hanya berada pada tataran normatif, tetapi juga menjadi instrumen operasional dalam memperkuat stabilitas sosial, mengendalikan potensi konflik, serta mempercepat pemulihan pascabencana.

Dengan demikian, keberadaan lembaga adat diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam memperkuat ketahanan sosial serta menjaga marwah Aceh secara berkelanjutan, pungkas Kabid Humas.

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Wujudkan Komitmen “Melayani Sepenuh Hati”, BSI Hadirkan Layanan Call Center Bebas Pulsa Berbasis VoIP

Daerah

Guru SMPN 1 Mesjid Raya Santuni 34 Anak Yatim, Wujud Kepedulian yang Menginspirasi

Daerah

Kapolres Pidie Jaya Pimpin Apel Pemantapan, Soroti Kesiapan Personel Hadapi Dinamika Kamtibmas

Daerah

Bank Aceh dan USK Jalin Sinergi Untuk Kemajuan Ekonomi dan Pendidikan Aceh

Daerah

Kapolda Aceh Hadiri Rapat Paripurna DPR Aceh Tahun 2026

Headline

Kapolres Pidie Jaya Ajak Personel Perkuat Kekompakan Lewat Halal Bihalal

Daerah

Akses Jalan Bireun–Bener Meriah Terputus Lagi

Daerah

Panitia Mulai Bergerak, Penyambutan Tgk Habibi Nawawi di Batam Disiapkan Maksimal