Home / Daerah / Headline / Kesehatan / Lingkungan / Nasional / News / Peristiwa / Sosial

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:30 WIB

Kerusakan Lingkungan Pascabanjir di Pidie Jaya, Alam Belum Pulih

nusaone.id – Pidie Jaya

Pidie Jaya — Pascabanjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya sejak 26 Februari 2025 hingga Sabtu (7/2/2026), menyebabkan kondisi lingkungan di sejumlah gampong terdampak masih memprihatinkan.

Kerusakan lingkungan terjadi karena pepohonan dan tanaman kebun warga banyak yang mengering akibat tertimbun lumpur setebal lebih dari 50 sentimeter. Sampai saat ini, lumpur tersebut belum dibersihkan secara menyeluruh.

Exif_JPEG_420

Banjir sebelumnya merendam kawasan permukiman, lahan pertanian, dan perkebunan warga selama beberapa hari. Saat air surut, sisa lumpur menutupi perakaran pohon, membuat tanaman kesulitan menyerap air dan unsur hara.

Baca Juga |  Sidokkes Polres Pidie Kembali Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir di Gampong Jojo

Warga setempat menyebutkan, sebelum banjir melanda, pepohonan di kawasan tersebut tumbuh subur dan hijau. Namun setelah banjir, banyak tanaman mulai menguning hingga mengering.

Seorang warga menjelaskan, “Akar pohon tertimbun lumpur lebih dari lima puluh sentimeter. Setelah itu, pohon mulai mengering dan mati perlahan.”

Selain tertimbun lumpur, genangan air yang berlangsung cukup lama menyebabkan sistem perakaran sebagian tanaman membusuk sehingga tanaman tidak mampu bertahan.

Kerusakan paling parah dialami oleh pohon jenis darat dan tanaman kebun milik warga. Sementara sebagian tanaman keras lainnya masih mampu bertahan, meski pertumbuhannya terganggu.

Baca Juga |  Prajurit Yonif 112/DJ Sabet Medali Perunggu Anggar Epee di Pra PORA

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena pepohonan memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah bencana lanjutan seperti erosi dan longsor.

Selain kerusakan lingkungan, rusaknya tanaman kebun juga berdampak pada mata pencaharian warga yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian dan perkebunan.

Hingga lebih dari satu tahun pascabanjir, masyarakat mengaku belum melihat adanya langkah nyata dari pemerintah daerah terkait rehabilitasi lingkungan dan penghijauan kembali di wilayah terdampak.

Baca Juga |  Temui Majelis Tuha Peut Wali Nanggroe, Kapolda Aceh Bahas Penguatan Keamanan dan Kedamaian

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil tindakan konkret, mulai dari pembersihan lumpur, pendataan kerusakan, hingga program penghijauan kembali, agar alam Pidie Jaya pulih dan kembali hijau secara bertahap dan berkelanjutan.

 

 

Penulis & Foto: Arju Na Fahlefi

Lahan pertanian, dan perkebunan warga selama beberapa hari. Saat air surut, sisa lumpur menutupi perakaran pohon, membuat tanaman kesulitan menyerap air dan unsur hara

Share :

Baca Juga

Daerah

Foreder Abdya Tegaskan Komitmen Pengawasan, Siap Dampingi Masyarakat Bangun Daerah

Headline

Rumah Staf Ahli Bupati Abdya dan Dua Rumah Lain di Banda Aceh Dibobol, Banyak Barang Berharga Dicuri  

Daerah

Prajurit TNI Gugur Dalam Misi Perdamaian PBB Di Lebanon, Satu Personel Kritis

Headline

DPW PKB Aceh Gelar Halal Bihalal Khusus Bersama Pers Aceh, Sebut Media Sebagai Mitra Strategis

Daerah

Diduga Picu Korban Jiwa, Aktivitas Biji Besi di Abdya Diminta Dihentikan

Daerah

Peusijuek Balee dan Halal Bi Halal ICMI Aceh 1447 H: Silaturrahim Adalah Fondasi Utama Dalam Membangun Organisasi

Daerah

Bangun Sinergi, RAPI Aceh Besar dan Pidie Jaya Diskusikan Langkah Strategis

Daerah

Sinergi Pusat dan Daerah, Fadhlullah Dampingi Fadli Zon Bantu Warga Huntara dan Anak Yatim