nusaone – Banda Aceh –
Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP & WH) Provinsi Aceh meningkatkan intensitas patroli dan razia selama 24 jam penuh menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah di wilayah Kota Banda Aceh.
Peningkatan patroli ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga ketertiban umum serta menegakkan syariat Islam, khususnya dalam mencegah pelanggaran Qanun Jinayat menjelang Ramadhan.
Komandan Intel Satpol PP & WH Aceh, Marzuki, menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan berdasarkan hasil pemantauan lapangan serta laporan masyarakat yang terus diperbarui.
Lokasi-lokasi tersebut akan kami pantau secara ketat selama 24 jam untuk mencegah terjadinya pelanggaran syariat, khususnya menjelang Ramadhan,” ujar Marzuki.
Patroli dan razia menyasar berbagai lokasi yang dinilai berpotensi terjadi pelanggaran, seperti tempat hiburan malam, hotel, rumah kos, serta lokasi-lokasi yang diduga menjadi sarana prostitusi.
Beberapa kawasan yang teridentifikasi rawan di antaranya Peunayong, Batoh, Kedah, Lampaseh, serta sejumlah rumah kos di wilayah Gampong Mulia, Kuta Alam, Jambo Tape, Merduati, dan Terang Kasat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP & WH Aceh, Tarmizi SP MSi, mengatakan patroli dilakukan secara berkelanjutan dengan sistem pembagian shift agar pengawasan berjalan maksimal sepanjang hari.
“Patroli dan razia kami lakukan 24 jam penuh. Personel dibagi dalam beberapa shift, termasuk melibatkan Unit Reaksi Cepat (URC) yang selalu siaga menindaklanjuti laporan masyarakat, kata Tarmizi, Jumat (6/2/2026).
Dalam pelaksanaannya, Tim URC melakukan patroli mobile menggunakan sepeda motor trail dan mobil patroli untuk menjangkau titik-titik rawan yang sulit diakses.
Sementara itu, tim intelijen Satpol PP & WH Aceh diterjunkan ke lapangan dengan berpakaian sipil guna melakukan pemantauan awal dan memastikan informasi yang diperoleh akurat.
Tarmizi menegaskan, tim intelijen memiliki kewenangan untuk langsung mengamankan pelaku apabila mencoba melarikan diri sebelum petugas berseragam tiba di lokasi, sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kekhusyukan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
(**)

















