nusaone.id – Meureudu – Anak-anak MIN Kuta Batee yang terdampak banjir beberapa waktu lalu kini kembali ceria mengikuti kegiatan belajar mengajar, berkat program trauma healing yang digelar Polres Pidie Jaya.
Kasi Humas Polres Pidie Jaya, AKP Mahruzar Hariadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu siswa memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana. “Trauma healing ini diadakan untuk membantu siswa kembali ceria dan semangat belajar,” ujar Mahruzar.
Pelaksanaan trauma healing dilakukan dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Anak-anak mengikuti permainan kelompok, diskusi, dan kegiatan ekspresif lainnya yang dirancang untuk mendukung pemulihan psikologis mereka.
Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, melalui Mahruzar, menegaskan bahwa program ini juga merupakan wujud kepedulian mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS kepada masyarakat, terutama anak-anak korban bencana.
Program trauma healing ini menjadi bagian dari Dianmas STIK Angkatan 83/WPS di wilayah hukum Polres Pidie Jaya, yang fokus memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak terdampak banjir.
AKP Mahruzar menambahkan, kegiatan ini menunjukkan sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan trauma pascabencana, sekaligus mempererat hubungan kedua pihak.
Acara dihadiri Paping STIK, Kombes Pol. Fahmi Riza; Kabag SDM Polres Pidie Jaya, AKP Mahyuddin; mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS; dewan guru MIN Kuta Batee; personel Bag SDM Polres Pidie Jaya; serta seluruh siswa sekolah.
Selain fokus pada aspek psikologis, kegiatan ini juga menekankan pembelajaran tentang kebersamaan, disiplin, dan pengelolaan diri. Dengan begitu, anak-anak dapat kembali menata rutinitas belajar mereka secara teratur.
Polri menegaskan komitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Pidie Jaya.
Kegiatan trauma healing ini diharapkan dapat mendorong semangat belajar anak-anak MIN Kuta Batee kembali normal, sekaligus memperkuat ikatan antara Polri dan masyarakat setempat pascabencana banjir.
“Program seperti ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga hadir mendampingi masyarakat dalam kondisi sulit,” pungkas AKP Mahruzar.
(Humas polres Pidie Jaya)


















