PIDIE JAYA – nusaone.id
Cuaca ekstrem melanda Kota Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, pada Sabtu (26/10/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Hembusan angin kencang yang datang tiba-tiba menyebabkan tenda besar di arena utama Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke-37 terangkat dan menimpa panggung utama, hingga mengalami kerusakan cukup parah.

Peristiwa tersebut sontak mengejutkan masyarakat sekitar. Beberapa saksi mata menyebutkan, tenda besar di arena utama tampak bergoyang hebat sebelum akhirnya terangkat dan jatuh menimpa panggung utama. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Setelah menerima laporan, panitia pelaksana MTQ bersama PPTK, Event Organizer (EO), dan Konsultan Pengawas, langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi. Peninjauan lapangan dipimpin oleh Okta Handipa, S.T., M.Arch, yang memastikan langkah cepat dilakukan untuk meminimalisir dampak kerusakan.
“Dari hasil pengecekan, kerusakan terjadi pada tenda utama dan bagian atap panggung yang sudah tidak layak digunakan. Kami segera melakukan pembongkaran dan menyiapkan penggantian baru,” ujar Okta Handipa di lokasi.
Ia menambahkan, pihak H. Rusli Kana Wisma akan menangani penggantian atap panggung utama, sementara EO telah diinstruksikan memperkuat sistem tenda agar kejadian serupa tidak terulang kembali. “Kami juga pastikan semua struktur dan perlengkapan sesuai standar keamanan sebelum acara dimulai,” tegasnya.
Meski sempat terjadi gangguan akibat cuaca, panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan MTQ Aceh ke-37 tetap berjalan sesuai jadwal. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh proses perbaikan dalam waktu singkat agar arena utama kembali aman dan layak digunakan untuk kegiatan keagamaan dan masyarakat.



















