nusaone.id – Pidie Jaya – Sibral Malasyi menyerahkan secara simbolis kunci hunian sementara (huntara) kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor, Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 11.15 WIB.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya dan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, serta perwakilan para donatur.

Penyerahan kunci huntara ini diberikan kepada warga yang rumahnya mengalami rusak berat akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pidie Jaya beberapa waktu lalu.
Dalam sambutannya, Bupati Sibral Malasyi menyampaikan bahwa program huntara merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan serta kepastian tempat tinggal sementara bagi masyarakat terdampak bencana.
Ia menegaskan, pemerintah daerah bergerak cepat melakukan pendataan dan verifikasi agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran kepada warga yang berhak menerima.
Menurutnya, pembangunan huntara menjadi solusi jangka pendek sembari menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah permanen yang saat ini masih dalam tahap perencanaan dan penganggaran.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi dukungan para donatur, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Pupuk Indonesia, yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan huntara bagi masyarakat korban bencana.
Kehadiran pihak perbankan dan BUMN tersebut menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya.
Selain penyerahan kunci secara simbolis, pemerintah juga memastikan fasilitas dasar di kawasan huntara seperti air bersih, sanitasi, dan listrik telah tersedia sehingga warga dapat tinggal dengan aman dan nyaman.
Sejumlah warga penerima bantuan mengaku bersyukur karena akhirnya dapat menempati hunian sementara yang lebih layak, terutama menjelang bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan serta pendampingan kepada masyarakat terdampak hingga seluruh proses pemulihan pascabencana berjalan tuntas dan kehidupan warga kembali normal.
Penulis & Foto: Arju Na Fahlefi
pembangunan huntara menjadi solusi jangka pendek sembari menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah permanen yang saat ini masih dalam tahap perencanaan dan penganggaran.


















