Headline news//nusaone.id – Pidie Jaya – Bupati Sibral Malasyi mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengikuti seluruh kegiatan syariat Islam dan keagamaan dengan sistem absensi manual sebagai bentuk pengawasan disiplin kehadiran pegawai.
Kebijakan tersebut disampaikan Sibral Malasyi saat menghadiri acara peusijuek atau tepung tawar bagi calon jamaah haji dan hajah Kabupaten Pidie Jaya tahun 2026 yang berlangsung di Aula Cot Trieng I Lantai III Kantor Bupati Pidie Jaya, Rabu malam (13/5/2026).

Kegiatan diawali dengan makan malam ramah tamah sebelum acara resmi dibuka oleh pembawa acara Siti Maisarah, S.IP. Selanjutnya seluruh peserta bersama-sama membaca Surah Al-Fatihah sebagai pembuka kegiatan dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.
Prosesi peusijuek dipimpin Ketua MPU Pidie Jaya, Anwar Usman, yang mewakili Abiya Kuta Krueng. Prosesi tersebut bertujuan memohon doa dan keberkahan agar para calon jamaah haji diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke daerah asal dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur.
Dalam sambutannya, Sibral Malasyi mengucapkan selamat kepada seluruh calon jamaah haji dan berharap seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dapat berjalan lancar. Ia menegaskan kegiatan peusijuek tersebut merupakan bentuk dukungan moral dan doa dari pemerintah daerah kepada para jamaah.
Bupati juga menjelaskan bahwa kegiatan tepung tawar sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu. Namun pelaksanaannya ditunda karena pada saat itu istrinya juga sedang menunaikan ibadah haji sehingga ia ingin menghindari adanya persepsi negatif dari masyarakat terhadap kegiatan tersebut.
“Untuk tahun-tahun mendatang, saya perintahkan seluruh ASN wajib mengikuti kegiatan syariat dan keagamaan. Kehadiran harus menggunakan absensi manual, bukan hanya melalui aplikasi atau telepon genggam,” tegas Sibral Malasyi di hadapan para peserta.
Menurutnya, sistem absensi manual dipilih untuk mencegah praktik titip absen dan memastikan kehadiran ASN benar-benar valid. Pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan dan absensi tersebut nantinya akan dilakukan oleh BKPSDM Kabupaten Pidie Jaya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga akan melaksanakan kegiatan keagamaan rutin setiap bulan. Pada minggu pertama ASN dijadwalkan mengikuti gotong royong di lingkungan kerja masing-masing, sementara minggu kedua dan ketiga diisi kegiatan keagamaan secara bergiliran dan terpusat di Masjid Teungku Chik Pantai Geulima dengan rangkaian salat sunah, salat duha, pembacaan Yasin, hingga pengajian bersama ulama setempat.
Bupati turut mengingatkan bahwa ASN yang melanggar disiplin kerja atau tidak mengikuti kegiatan tanpa alasan yang sah akan ditindak sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, pemberian ucapan selamat kepada calon jamaah haji, serta sesi foto bersama seluruh peserta.
(Tim Redaksi Putra Chan Arju Na Fahlefi)
peusijuek atau tepung tawar bagi jamaah calon haji dan hajah Kabupaten Pidie Jaya yang digelar dan semua ASN harus mengikuti Syariat keagamaan Pengajian Rutinitas bulanan.


















