Meureudu – Ratusan warga terdampak banjir di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, hingga kini masih bertahan di Posko Tgk Chik Pante Geulima dan Gedung Olahraga KONI. Sudah tiga hari berada di pengungsian, kondisi para warga semakin memprihatinkan karena belum ada bantuan yang disalurkan oleh pemerintah daerah.
Di Posko Tgk Chik Pante Geulima, para pengungsi terlihat bertahan dengan perlengkapan seadanya. Anak-anak, perempuan, dan lansia duduk di halaman serta ruangan bangunan yang dijadikan penampungan sementara. Mereka membawa pakaian basah, kasur tipis, dan barang yang berhasil diselamatkan saat banjir melanda.

Sementara itu, Gedung KONI Pidie Jaya juga dipadati warga yang mencari tempat aman. Pengungsi menggelar tikar di lantai lapangan, menjemur pakaian basah di tiang gedung, dan membagi ruang seadanya untuk keluarga masing-masing. Suasana di dalam gedung tampak padat dan minim fasilitas.
Memasuki hari ketiga, para pengungsi mengaku belum menerima bantuan apa pun dari pemerintah. Mereka hanya mengandalkan barang bawaan sendiri serta bantuan spontan dari warga sekitar yang tergerak membantu. Kondisi ini membuat banyak pengungsi mulai kelelahan dan khawatir dengan kesehatan anak-anak serta lansia.
Seorang pengungsi mengungkapkan rasa kecewanya karena belum ada perhatian dari pemerintah. “Sudah tiga hari kami di sini. Belum ada bantuan apa pun dari pemerintah. Kami bertahan dengan apa yang ada,” ujarnya dengan nada lelah.
Para warga di posko pengungsian saat ini membutuhkan berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari makanan siap saji, selimut, pakaian kering, perlengkapan bayi, hingga layanan kesehatan. Minimnya logistik membuat sebagian pengungsi terpaksa tidur beralas tikar tipis di lantai yang lembab.
Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah Kabupaten Pidie Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait penyaluran bantuan bagi para pengungsi banjir di Meureudu. Warga berharap perhatian segera diberikan agar kondisi di posko tidak semakin memburuk.


















