Meureudu — nusaone.id
RSUD Pidie Jaya mengaktifkan layanan darurat berupa dapur umum dan ruang hunian sementara bagi pasien serta keluarga yang terdampak banjir. Langkah ini diambil untuk menjawab meningkatnya kebutuhan warga sejak bencana melanda kawasan tersebut akhir November.
Direktur RSUD Pidie Jaya, dr. Fajriman, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi dan tempat tinggal bagi warga yang kehilangan hunian. Pelayanan tambahan ini disebut sebagai bagian dari komitmen rumah sakit dalam memastikan keamanan serta kenyamanan warga di masa pemulihan.

Dapur umum yang beroperasi setiap hari itu menyiapkan hingga 1.000 bungkus makanan. Pengelolaan dapur dilakukan bersama relawan dari Pramuka, Pelajar Islam Indonesia (PII), dan mahasiswa Universitas Jabal Ghafur (Unigha).
Selain itu, RSUD Pidie Jaya juga membuka ruang hunian sementara bagi pasien yang telah menyelesaikan perawatan namun tidak lagi memiliki tempat tinggal akibat banjir. Fasilitas ini diperuntukkan agar warga tetap mendapatkan tempat yang aman sembari menunggu kondisi kembali stabil.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian serta upaya memperkuat dukungan terhadap warga yang terdampak langsung musibah. Rumah sakit turut mencatat adanya lonjakan pasien dan keluarga yang memerlukan layanan tambahan selama masa tanggap darurat dan pemulihan.


















