Home / Daerah / Headline / Lingkungan / Nasional / News / Peristiwa / Sosial

Minggu, 28 Desember 2025 - 04:03 WIB

Sebulan Pascabanjir Bandang, Pidie Jaya Masih Tertimbun Lumpur, Warga Bertahan di Pengungsian

PIDIE JAYA –nusaone.id Sebulan setelah banjir bandang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada 26–27 November 2025, kondisi di sejumlah wilayah terdampak masih sangat memprihatinkan. Hingga Minggu, 28 Desember 2025, hamparan lumpur kering dan pasir masih menutupi permukiman serta lahan pertanian warga.

Pantauan di lapangan menunjukkan kawasan terdampak tampak gersang dan berdebu, bahkan menyerupai padang pasir. Material banjir yang mengendap dan mengeras akibat terik matahari belum sepenuhnya dibersihkan.

Exif_JPEG_420

Di beberapa lokasi, timbunan lumpur dan pasir mencapai ketinggian hingga sekitar 2,5 meter. Ketebalan material tersebut membuat upaya pembersihan secara manual hampir tidak mungkin dilakukan oleh warga.

Baca Juga |  Presiden Prabowo Kunjungi Pengungsi dan Infrastruktur Terdampak di Aceh Tenggara

Akibat kondisi itu, banyak sawah dan kebun warga belum bisa difungsikan kembali. Lahan pertanian yang sebelumnya menjadi sumber penghidupan utama kini tertutup total oleh pasir dan lumpur, menyebabkan gagal panen.

Tidak hanya lahan pertanian, rumah-rumah warga juga mengalami kerusakan parah. Lumpur dan pasir masih memenuhi bagian dalam rumah, sehingga bangunan belum layak untuk dihuni kembali.

Bahkan hingga saat ini, masih banyak warga terdampak yang terpaksa bertahan di lokasi pengungsian karena belum dapat kembali ke rumah masing-masing. Mereka menunggu proses pembersihan dan perbaikan yang belum kunjung tuntas.

Baca Juga |  Dukung Akselerasi Pak Menteri dan Semarak Kemerdekaan RI ke-80, Latabas Laksanakan Bakti Sosial

“Materialnya sangat tebal, bisa sampai dua setengah meter. Tanpa alat berat kami tidak sanggup membersihkannya sendiri, jadi kami masih mengungsi,” ujar salah seorang warga terdampak.

Selain rumah dan lahan pertanian, sisa material banjir juga menutup badan jalan dan saluran irigasi. Kondisi ini menghambat mobilitas warga serta dikhawatirkan mengganggu aliran air saat hujan turun.

Warga menilai penanganan pascabencana masih terkendala minimnya peralatan yang memadai. Hingga kini, alat berat untuk mengangkat lumpur dan pasir belum tersedia secara optimal di seluruh wilayah terdampak.

Baca Juga |  Solidaritas Kaltim untuk Aceh, Bantuan Rp1,5 Miliar Diserahkan untuk Korban Bencana

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret, terutama dengan menurunkan alat berat dan mempercepat proses rehabilitasi lingkungan.

Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 tersebut menjadi salah satu bencana terbesar di Pidie Jaya dalam beberapa tahun terakhir, meninggalkan dampak panjang terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat.

Share :

Baca Juga

Daerah

Video Aksi Balap Liar di Blang Bintang Viral di Media Sosial, Ini Penegasan Kasi Propam Polresta

Daerah

Pengabdian Nyata, STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS Laksanakan Bakti Sosial dan Trauma Healing di Pidie Jaya

Daerah

Deteksi Dini Narkoba, Seluruh Personel Polres Pidie Jaya Dinyatakan Negatif

Daerah

BPK RI Mulai Pemeriksaan di Pidie Jaya, Bupati Instruksikan Jajaran Kooperatif

Daerah

Ganggu Kenyamanan Ibadah Puasa, Polresta Banda Aceh Amanakan Puluhan Motor Balap Liar

Daerah

Pangdam IM Resmi Buka Rapim Kodam Iskandar Muda TA 2026

Daerah

Komitmen Bersih Narkoba, Sipropam Polresta Banda Aceh Cek Urine Persone

Daerah

Pengguna Jalan Meureudu–Ulim Diimbau Lewat Jalur Alternatif Selama Sistem Buka Tutup