Pidie Jaya – nusaone.id
Sebulan sepuluh hari pascabanjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), proses pemulihan di sejumlah gampong terdampak masih belum tuntas. Kondisi tersebut terlihat di Meunasah Krueng Baroh, Gampong Manyang Cut, serta akses jalan menuju Kantor Keuchik Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, yang hingga kini masih terimbun lumpur sisa banjir.
Pantauan di lapangan menunjukkan, banyak rumah warga di sekitar Meunasah Krueng Baroh masih dipenuhi lumpur dan material banjir. Situasi serupa juga terjadi di beberapa titik lain di Kecamatan Meureudu, sehingga aktivitas masyarakat belum dapat kembali normal.
Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas umum seperti meunasah dan jalan lingkungan juga masih terdampak. Lumpur yang mengering saat cuaca panas menimbulkan debu beterbangan dan dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.
Warga setempat mengeluhkan lambatnya proses pembersihan dan normalisasi pascabanjir. Mereka berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan penanganan secara menyeluruh, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk dan fasilitas ibadah.
“Rumah warga di sekitar meunasah masih banyak yang tertimbun lumpur. Sudah lebih sebulan sepuluh hari, tetapi belum ada normalisasi secara menyeluruh,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat mendesak agar normalisasi segera dilakukan agar lingkungan kembali bersih, aktivitas ibadah dan sosial dapat berjalan normal, serta risiko munculnya penyakit pascabanjir dapat diminimalkan.
Hingga berita ini diturunkan, warga di sejumlah gampong terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya masih menunggu langkah konkret pemerintah dalam penanganan pascabanjir.

















