Home / Daerah / Headline / Lingkungan / Nasional / News / Pemerintah Aceh / Pendidikan / Peristiwa / Sosial

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:34 WIB

Situs Ulee Kuta Terabaikan, Batu Singgasana Raja Masih Ada di Kuta Batee

nusaone.id – Pidie Jaya – Situs bersejarah Ulee Kuta di Gampong Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, kini terlihat terbengkalai meski menyimpan peninggalan penting dari masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam.

Kawasan ini berada di sekitar Masjid Iskandar Muda Kuta Batee yang diyakini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada abad ke-17.

Ulee Kuta sendiri dikenal sebagai bagian dari benteng Kuta Batee yang berfungsi sebagai sistem pertahanan kerajaan, khususnya untuk mengawasi wilayah pesisir yang strategis.

Di lokasi tersebut masih ditemukan sejumlah peninggalan bersejarah, di antaranya trieng purieh atau batang bambu tua serta dua batu berbentuk persegi empat.

Baca Juga |  Polda Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Babuttaqwa

Menariknya, berdasarkan cerita turun-temurun masyarakat, dua batu tersebut diyakini sebagai tempat duduk raja dan permaisuri pada masa lampau.

Kepercayaan ini memperkuat bahwa kawasan tersebut bukan hanya berfungsi sebagai pertahanan, tetapi juga memiliki peran penting dalam aktivitas kerajaan.

Selain memiliki nilai sejarah, benda-benda tersebut juga mengandung nilai budaya dan spiritual yang masih dijaga oleh masyarakat setempat hingga saat ini.

Namun sangat disayangkan, kondisi situs Ulee Kuta kini tidak terawat, tanpa adanya penataan maupun papan informasi yang menjelaskan nilai sejarah kawasan tersebut.

Baca Juga |  Wagub Aceh Dorong Distribusi Huntara Adil bagi Semua Wilayah Terdampak

Benda-benda peninggalan tersebut terlihat dibiarkan begitu saja tanpa perlindungan yang memadai, sehingga rawan rusak atau hilang.

Warga setempat menyayangkan kurangnya perhatian terhadap situs bersejarah ini, mengingat kawasan tersebut merupakan bukti nyata kejayaan peradaban Aceh di masa lalu.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pendataan, penelitian, serta langkah pelestarian terhadap situs Ulee Kuta.

Selain itu, pengembangan kawasan sebagai destinasi wisata sejarah dinilai dapat menjadi solusi untuk menjaga sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

Dengan pengelolaan yang baik, situs ini berpotensi menjadi daya tarik wisata edukatif yang dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekitar.

Baca Juga |  Jumat Curhat Polres Pidie Jaya: Dua Polsek Serentak Sosialisasi Jurdil dan Kamtibmas di Bandar Dua dan Jangka Buya

Pelestarian Ulee Kuta diharapkan menjadi perhatian bersama sebagai upaya menjaga warisan sejarah dan identitas budaya Aceh agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

 

Penulis foto Arju Na Fahlefi

sekitar Masjid Iskandar Muda Kuta Batee yang diyakini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada abad ke-17   Ulee Kuta sendiri dikenal sebagai bagian dari benteng Kuta Batee yang berfungsi sebagai sistem pertahanan kerajaan, khususnya untuk mengawasi wilayah pesisir yang strategis.

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Bangun Sinergi TNI, IWO, dan LSM Foreder, Chairan Manggeng Silaturahmi ke Makodim 0110/Abdya

Daerah

Pemkab Pidie Jaya Siapkan Perbup Terkait Larangan Rangkap Jabatan Keuchik dan PPPK

Daerah

Perkuat Sinergi, LSM Foreder dan Kodim 0110/Abdya Komit Jaga Kondusifitas Masyarakat

Daerah

Kabag, Kasat dan Kapolsek Jajaran Polresta Banda Aceh Diserah Terimakan

Daerah

Kapolres Pidie Pimpin Upacara Sertijab Wakapolres, Kasat, Kasi dan Kapolsek Jajaran

Daerah

Sinergi Dengan Stakeholder Amankan Mudik Lebaran, Kadishub Aceh Apresiasi Polda Aceh

Daerah

Hangatnya Silaturahmi Lebaran di Huntara MTQ Pidie Jaya

Daerah

Dari Helikopter ke Masjid Huntara, Presiden Prabowo Subianto Shalat Id Bersama Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang