PIDIE JAYA –nusaoe.id Sungai Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya kembali meluap dan menggenangi kawasan perkampungan warga, Minggu malam (28/12/2025). Luapan air terjadi di sekitar Dayah Darul Aitam hingga area Masjid Tgk Chik Pante Geulima, Kecamatan Meureudu.
Air sungai mulai masuk ke lingkungan dayah dan pemukiman warga sejak pukul 22.15 WIB hingga 23.25 WIB. Ketinggian air dilaporkan mencapai sebatas lutut orang dewasa sehingga aktivitas warga dan para santri sempat terganggu.

Menurut keterangan warga setempat, hujan di wilayah perkampungan hanya berlangsung sekitar 30 menit. Namun, hujan lebat terjadi cukup lama di kawasan pegunungan atau hulu sungai yang menyebabkan debit Sungai Krueng Meureudu meningkat secara tiba-tiba.
Selain faktor curah hujan di hulu, luapan air juga dipicu oleh munculnya aliran sungai baru yang mulai aktif sejak pascabanjir sebelumnya. Aliran sungai baru tersebut mengarahkan volume air lebih besar ke sungai utama.
Akibat peningkatan debit air, Sungai Krueng Meureudu tidak mampu menampung aliran air dan meluap ke kawasan rendah di sekitar dayah dan masjid. Sejumlah fasilitas umum di lingkungan tersebut sempat terendam.
Meski kondisi sempat mengkhawatirkan, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga bersama pengurus dayah segera melakukan langkah antisipasi dengan mengamankan barang-barang penting serta memastikan keselamatan santri dan anak-anak.
Berdasarkan pantauan di lapangan, air sungai mulai berangsur surut sekitar pukul 00.15 WIB, Senin dini hari (29/12/2025). Setelah air surut, warga mulai membersihkan lingkungan dari sisa genangan.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan peninjauan terhadap kondisi Sungai Krueng Meureudu, khususnya terkait aliran sungai baru pascabanjir, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

















