PIDIE JAYA —nusaone.id Kepala Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Baca Tiara, Mursyidah, S.Pd., M.Pd., melaksanakan kegiatan Trauma Healing berbasis literasi untuk anak-anak korban bencana banjir di Camp Pengungsian Desa Groung-Groung Capah, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (15/12/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak banjir, sekaligus menghadirkan suasana ceria dan penuh semangat di tengah keterbatasan kehidupan di lokasi pengungsian.

Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan TBM Rumah Baca Tiara kepada para peserta, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Keuchik setempat yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian terhadap anak-anak pengungsian.
Usai sambutan, anak-anak diajak mengikuti sesi ice breaking yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan mencairkan suasana, membangun kepercayaan diri, serta mengurangi ketegangan dan rasa takut akibat pengalaman bencana.
Selanjutnya, Mursyidah menyampaikan materi Trauma Healing dan pengenalan SIBAD (Siaga Bencana Desa). Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak, sekaligus menanamkan pemahaman dasar tentang kesiapsiagaan bencana.
Dalam sesi literasi, anak-anak diberikan buku dan pulpen untuk menuliskan kisah serta pengalaman mereka selama peristiwa banjir. Kegiatan menulis ini menjadi sarana ekspresi emosi yang efektif untuk membantu anak-anak melepaskan trauma yang dialami.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian snack kepada seluruh peserta. Keceriaan dan tawa anak-anak tampak jelas, menandakan kebahagiaan mereka mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Kegiatan Trauma Healing ini diikuti oleh sekitar 350 orang yang terdiri dari anak-anak pengungsian dan orang tua, serta turut dihadiri Keuchik dan warga setempat yang memberikan dukungan penuh.
Keuchik dan masyarakat Desa Groung-Groung Capah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan ke depannya, karena dinilai sangat penting dan berdampak positif dalam membantu anak-anak kembali ceria dan pulih dari trauma pascabencana.


















