nusaone.id – Pidie Jaya– Sebanyak 21 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya resmi dilantik oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., ME pada Rabu (8/4) malam. Alih-alih bersuka cita merayakan amanah baru, hari pertama mereka bertugas justru langsung diuji oleh situasi darurat: banjir besar yang melanda dua kecamatan utama di wilayah ini, yaitu Meureudu dan Meurah Dua.
Banjir mulai menggenangi pemukiman warga sekitar pukul 20.00 WIB, berbarengan dengan berlangsungnya acara pelantikan. Hujan deras yang turun terus-menerus menyebabkan debit air di Sungai Krueng Meureudu meningkat drastis hingga meluap dan membuat tanggul jebol di beberapa titik, sehingga air bah dengan cepat merangsek masuk ke pemukiman warga.
Akibatnya, setidaknya 13 desa di kedua kecamatan tersebut terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi antara 40 hingga 150 sentimeter. Dampak banjir tidak hanya dirasakan warga yang rumahnya tergenang, tetapi juga mengganggu arus lalu lintas karena jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh ikut terendam air.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Sibral Malasyi yang baru saja melantik para pejabat langsung mengerahkan seluruh jajarannya untuk turun ke lapangan guna membantu penanganan bencana. “Ini adalah ujian nyata bagi para pejabat yang baru saja dilantik. Jabatan bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah untuk melayani masyarakat, terutama di saat kesulitan seperti ini,” ujar Sibral di sela-sela meninjau lokasi banjir, Kamis (9/4) pagi.
Para pejabat yang baru bertugas langsung dibagi ke dalam beberapa tim kerja untuk menyasar lokasi terdampak. Mereka bekerja sama dengan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta aparat desa untuk melakukan evakuasi warga, mendirikan posko darurat, menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, serta memantau kondisi air secara berkala guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.
Di Kecamatan Meurah Dua, desa yang terdampak banjir antara lain Pante Beurne, Dayah Husen, Meunasah Mancang, Meunasah Raya, Meunasah Bie, Beuringin, Dayah Kruet, Blang Cut, dan sebagian wilayah Gampong Geunteng. Sementara itu, di Kecamatan Meureudu, air merendam Meunasah Lhok, Lhok Nga, Dayah U Paneut, Mesjid Tuha, Beurawang, Mayang Cut, serta sebagian wilayah Manyang Lancok.
Sebagian besar warga di desa-desa tersebut telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman seperti masjid, balai desa, dan rumah kerabat untuk sementara waktu. Meskipun baru memulai tugas perdana, para pejabat terlihat sigap dan bekerja sama dengan baik di lapangan guna memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama.
Salah satu pejabat yang ditemui di lokasi banjir mengaku siap bekerja keras demi membantu masyarakat yang terdampak bencana. “Kami sadar bahwa hari pertama bertugas ini bukan momen perayaan, melainkan momen pengabdian. Kami akan berusaha sekuat tenaga agar banjir segera surut dan kehidupan warga kembali normal,” ujarnya.
Saat ini, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan tambahan, baik berupa logistik maupun peralatan berat guna mempercepat penanganan dampak banjir. Bupati Sibral juga menegaskan akan segera melakukan perbaikan dan penguatan tanggul sungai agar kejadian serupa tidak berulang kembali di masa mendatang.
(Redaksi) Arju Na Fahlefi
21 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya resmi dilantik oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., ME pada Rabu (8/4) malam. hari pertama bertugas ini bukan momen perayaan, melainkan momen pengabdian tuk Masyarakat

















