BIREUEN – Sebuah informasi penting dan mengharukan tengah menyebar di kalangan masyarakat Aceh. Seorang remaja diketahui sedang melakukan perjalanan jauh sendirian menggunakan sepeda dayung untuk menunaikan nazar kesembuhan menuju Kota Langsa.
Remaja tersebut diketahui bernama lengkap Raja Nofaidin. Ia merupakan warga asli Gampong Matang Mamplam, Kecamatan Teupin Raya, Kabupaten Aceh Pidie. Keberadaannya saat ini sedang dicari oleh pihak keluarga dan masyarakat yang prihatin melihat perjalanannya.
Tujuan utama dari perjalanan spiritual yang ditempuhnya ini adalah untuk melepaskan nazar di Masjid Paya Bujok yang terletak di Kota Langsa. Nazar tersebut merupakan janji yang diucapkan sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan kesembuhan dari penyakit yang pernah dideritanya.
Ia berangkat dari rumahnya pada Malam Rabu, tanggal 8 April 2026. Sejak saat itu, ia terus melanjutkan perjalanannya menyusuri jalanan provinsi tanpa henti demi memenuhi janji suci yang telah ia ikrarkan.
Dalam perjalanannya, Raja Nofaidin tidak menggunakan kendaraan bermotor ataupun kendaraan umum. Ia hanya mengandalkan tenaga sendiri dengan mengayuh sepeda dayung menempuh jarak yang cukup jauh dari Pidie menuju arah timur Aceh.
Keputusan untuk melakukan perjalanan ini menunjukkan tekad dan kesungguhan hati yang luar biasa. Meskipun masih berusia remaja, ia tampak tegar dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan iktikadnya menuju tempat yang dituju.
Saat ini, posisi terakhir yang diketahui dari keberadaan Raja Nofaidin adalah berada di wilayah Kecamatan Keude Peudada, Kabupaten Bireuen. Ia terlihat masih melanjutkan perjalanannya ke arah timur menuju tujuan akhirnya.
Kondisi yang membuat banyak pihak merasa khawatir adalah, remaja ini tidak membawa alat komunikasi maupun kartu identitas diri sama sekali. Ia tidak membawa telepon genggam maupun KTP yang bisa digunakan untuk melacak identitasnya.
Selain itu, diketahui juga bahwa ia tidak membawa bekal yang cukup untuk perjalanan jauh tersebut. Hal ini tentu menjadi perhatian serius mengingat cuaca dan kondisi jalan yang harus ia tempuh sendirian.
Meskipun ia menghafal nomor telepon keluarga, namun upaya untuk menghubungi pihak keluarga melalui nomor yang dihafalnya tersebut hingga saat ini belum berhasil terhubung. Hal ini menyulitkan proses penyampaian kabar kepada orang tuanya.
Oleh karena itu, melalui media ini, masyarakat diimbau untuk turut serta menyebarkan informasi ini. Bantuan dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar kabar ini cepat sampai kepada yang berhak menerimanya.
Bagi siapa saja yang mengenali wajah atau identitas pemuda tersebut, dimohon untuk segera menyampaikan kabar kepada keluarga atau kerabat terdekatnya. Kecepatan informasi sangat diharapkan demi keselamatan anak tersebut.
Diharapkan orang tua atau wali dari Raja Nofaidin dapat segera mengetahui keberadaan anaknya dan segera menjemputnya. Hal ini dilakukan demi keselamatan, kenyamanan, dan kemaslahatan bersama dalam perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan ini.
Semoga Allah SWT selalu melindungi langkah anak ini dalam menunaikan ibadah nazarnya, dan semoga informasi ini cepat menyebar luas sehingga ia dapat segera bertemu dengan keluarganya dalam keadaan selamat dan sehat walafiat.
Penulis Arju Na Fahlefi
Foto M. Yanis
Seorang pemuda baya yang ingin menggapai nazar ke kota Langsa dengan menggunakan sepeda di malam hari


















