nusaone.id – Pidie Jaya – Pasokan ikan di kawasan Kuala Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya, dilaporkan mengalami penurunan drastis pada Selasa (14/4/2026). Kondisi ini berdampak langsung terhadap lonjakan harga ikan di tingkat pedagang.
Fenomena tersebut terjadi di pusat aktivitas jual beli ikan Kuala Panteraja yang selama ini menjadi andalan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi harian.
Para pedagang ikan keliling (PIK) mengaku kesulitan mendapatkan stok ikan dari pemasok. Minimnya pasokan membuat mereka tidak bisa berjualan secara maksimal.
“Sekarang susah dapat ikan, kalaupun ada harganya sudah tinggi,” ujar salah seorang pedagang.
Akibat kelangkaan tersebut, harga ikan di pasar mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan hari normal.
Kenaikan harga ini membuat pedagang kesulitan menjual kembali ikan kepada konsumen karena daya beli masyarakat ikut menurun.
Sejumlah warga mengaku terpaksa mengurangi konsumsi ikan atau beralih ke bahan makanan lain yang lebih terjangkau.
“Biasanya beli ikan setiap hari, sekarang jadi jarang karena mahal,” kata seorang warga setempat.
Selain itu, banyak pedagang keliling harus menanggung risiko karena dagangan mereka tidak habis terjual.
Kondisi ini turut memengaruhi pendapatan pedagang kecil yang mengandalkan penjualan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Belum diketahui secara pasti penyebab utama anjloknya pasokan ikan tersebut. Namun, sejumlah pihak menduga faktor cuaca dan menurunnya hasil tangkapan nelayan menjadi penyebab utama.
Para pedagang berharap kondisi ini segera membaik agar harga kembali stabil dan aktivitas jual beli ikan dapat kembali normal.
Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat pesisir.
Hingga saat ini, situasi di Kuala Panteraja masih belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
(Tim Redaksi: Arju Na Fahlefi)
Foto ST Pangwa
Pedagang ikan Keliling (PIK) sulit mendapat ikan disebabkan minimnya pemasokan

















