nusaone.id – Pidie Jaya – Krueng Meureudu yang terletak di Kabupaten Pidie Jaya dikenal kerap meluap dan menyebabkan banjir setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi.
Kondisi sungai ini kini menjadi sorotan tajam masyarakat, terutama setelah terlihat sangat dangkal pasca bencana besar yang terjadi.
Berdasarkan pantauan, sejak pasca banjir besar tanggal 25 November 2025 lalu, kondisi aliran sungai berubah drastis menjadi sangat dangkal.
Akibat pendangkalan ini, aliran air menjadi tidak lancar dan kapasitas sungai dalam menampung debit air berkurang drastis.
Fakta yang mengejutkan, selama periode pasca banjir tersebut, tercatat sudah terjadi lebih dari 10 kali banjir susulan.
Setiap kali hujan turun, air dengan cepat meluap dan merendam permukiman warga sekitar
Hal ini membuktikan bahwa kondisi sungai saat ini sudah tidak mampu lagi menampung debit air dengan baik.
Merespons kondisi tersebut, para tokoh masyarakat diketahui telah melakukan upaya pemanfaatan dan sosialisasi (manilisir) di wilayah aliran sungai tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mandiri untuk menjaga kelestarian dan kelancaran aliran air.
Namun upaya tersebut dinilai belum cukup, karena warga mengaku setiap kali hujan turun mereka selalu dalam keadaan was-was, takut dan cemas.
“Kami masyarakat setiap kali hujan selalu dalam keadaan ketakutan dan tidak tenang,” ungkap warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan pada Kamis, 16 April 2026, pemerintah daerah hingga saat ini juga belum melakukan normalisasi arus sungai tersebut.
Masyarakat sangat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie Jaya segera bertindak melakukan normalisasi sungai.
Dengan adanya penanganan yang tepat, diharapkan aliran air dapat kembali lancar dan warga bisa hidup tenang.
(Tim Redaksi: Putra Chan / Arju Na Fahlefi)
Kewas-wasan selalu banjir masyarakat meureudu cuaca sering hujan karena meluapnya air sungai terjadi banjir
Masyarakat meminta pemerintah tuk menormalisasi sungai tersebut.


















