Home / Headline / News

Sabtu, 20 September 2025 - 15:20 WIB

Tiga Tahun Tanpa Pembinaan, Ketua KONI Pidie Diminta Jangan Hanya Berkoar di Media

Pidie (Nusaone.id) – Gelombang kritik deras menerpa Muhammad, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pidie yang baru saja resmi dilantik. Alih-alih membawa semangat baru, langkah awalnya justru dianggap memperlihatkan sikap yang keliru dan jauh dari harapan dunia olahraga Pidie. Sabtu ( 20/9/2025).

Sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) menilai, Muhammad tidak menunjukkan upaya serius untuk mengenal dan bersilaturahmi dengan cabor-cabor yang ada di bawah naungan KONI. Padahal, komunikasi dan sinergi merupakan fondasi utama dalam membangun prestasi olahraga daerah.

“Seharusnya seorang ketua KONI, apalagi baru dilantik, turun langsung mendengar aspirasi dan memahami kondisi di lapangan. Kalau tidak mengenal cabor, bagaimana bisa menyatukan visi? Jangan hanya muncul di acara seremonial, tetapi hilang saat pembinaan,” tegas salah seorang pengurus cabor yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga |  Satgas Yonif 112/DJ Jalin Kebersamaan Di Awal Tahun Lewat Makan Bersama Warga Papua

Kekecewaan ini bukan tanpa alasan. Dalam tiga tahun terakhir, pembinaan atlet di Pidie nyaris tidak berjalan. Minimnya program dan dukungan dari KONI membuat cabor-cabor berjalan sendiri tanpa arahan yang jelas. Bahkan, banyak atlet muda potensial terpaksa berhenti karena tidak ada perhatian dan fasilitas.

“Sekarang Ketua KONI baru bicara target juara umum Pora 2026 di Aceh Jaya. Juara umum dari mana? Atlet saja tidak dipersiapkan. Jangan hanya berkoar di media dengan janji kosong, sementara fakta di lapangan menunjukkan nol pembinaan,” sindir sumber lain dengan nada tajam.

Baca Juga |  Foreder Abdya Tegaskan Komitmen Pengawasan, Siap Dampingi Masyarakat Bangun Daerah

Menurut para pengurus, alasan klasik yang dulu dipakai – yakni bupati dan ketua KONI sama-sama berstatus pelaksana tugas (Plt) – tidak bisa lagi dijadikan tameng. Kini sudah ada ketua definitif, tetapi kondisi belum menunjukkan arah perubahan. Cabor-cabor tetap dibiarkan berjuang sendiri, seperti menunggu hujan di musim kemarau.

Masyarakat olahraga Pidie menegaskan, KONI seharusnya menjadi rumah bersama bagi semua cabor, bukan sekadar simbol di balik meja rapat. Tanpa komunikasi yang sehat dan program pembinaan nyata, mimpi meraih prestasi hanyalah ilusi.

Baca Juga |  Pramuka, Basarnas, dan RAPI Pidie Jaya Gelar Petualangan dan Pelatihan Tanggap Darurat di Bukit Lhok Pineung dan Lhok Sandeng

Kini, publik menunggu bukti nyata Muhammad. Apakah ia akan berani keluar dari zona nyaman dan benar-benar membangun sistem olahraga yang sehat, atau justru menjadi catatan kelam baru dalam sejarah KONI Pidie.

Jika hanya sibuk dengan retorika tanpa aksi, maka jangan salahkan publik bila menilai kepemimpinan KONI Pidie hari ini tak lebih dari panggung janji kosong yang mengubur masa depan atlet-atlet Pidie.

Share :

Baca Juga

Daerah

Foreder Abdya Tegaskan Komitmen Pengawasan, Siap Dampingi Masyarakat Bangun Daerah

Headline

Rumah Staf Ahli Bupati Abdya dan Dua Rumah Lain di Banda Aceh Dibobol, Banyak Barang Berharga Dicuri  

Daerah

Prajurit TNI Gugur Dalam Misi Perdamaian PBB Di Lebanon, Satu Personel Kritis

Headline

DPW PKB Aceh Gelar Halal Bihalal Khusus Bersama Pers Aceh, Sebut Media Sebagai Mitra Strategis

Daerah

Diduga Picu Korban Jiwa, Aktivitas Biji Besi di Abdya Diminta Dihentikan

Daerah

Peusijuek Balee dan Halal Bi Halal ICMI Aceh 1447 H: Silaturrahim Adalah Fondasi Utama Dalam Membangun Organisasi

Daerah

Bangun Sinergi, RAPI Aceh Besar dan Pidie Jaya Diskusikan Langkah Strategis

Daerah

Sinergi Pusat dan Daerah, Fadhlullah Dampingi Fadli Zon Bantu Warga Huntara dan Anak Yatim