Home / Daerah / Headline / Kesehatan / Lingkungan / Nasional / News / Opini / Peristiwa / Sosial

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:32 WIB

Diduga Picu Korban Jiwa, Aktivitas Biji Besi di Abdya Diminta Dihentikan

nusaone.id – Blangpidie, 29 Maret 2026 – Aktivitas pengangkutan bijih besi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menuai sorotan. Dewan Pimpinan Cabang Forum Relawan Demokrasi (DPC Foreder) Abdya mendesak agar seluruh aktivitas perusahaan bijih besi dihentikan sementara, menyusul kasus kematian warga di Kecamatan Babahrot yang diduga berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Desakan itu disampaikan langsung oleh Ketua DPC Foreder Abdya, Arjuna Putra, SE, dalam konferensi pers bersama awak media di Blangpidie, Minggu (29/3/2026). Ia menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibanding kepentingan operasional perusahaan.

Menurut Arjuna, selama ini aktivitas hauling bijih besi yang melintasi jalan umum dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan. Ia menilai, perusahaan belum sepenuhnya menjalankan standar operasional prosedur (SOP) serta aturan perizinan yang berlaku.

Baca Juga |  Kapolda Aceh Hadiri Rapat Paripurna DPR Aceh Tahun 2026

“Perusahaan tidak bisa hanya fokus pada aktivitas angkut tanpa memperhatikan dampak bagi masyarakat. Jika memang belum mampu menjamin keselamatan dan keterbukaan, sebaiknya dihentikan sementara,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pihak perusahaan membuka secara transparan seluruh dokumen perizinan dan mekanisme operasional kepada publik. Hal ini penting agar masyarakat dapat mengetahui serta ikut mengawasi aktivitas yang berlangsung di lingkungan mereka.

Arjuna menambahkan, keterbukaan informasi merupakan hak masyarakat yang dijamin dalam undang-undang. Dengan adanya transparansi, potensi pelanggaran dapat diminimalisir dan kepercayaan publik dapat terjaga.

Baca Juga |  Pesijuek dan Santunan Anak Yatim Warnai Kesiapan MTQ Aceh ke-37 di Pidie Jaya

Selain itu, Foreder Abdya menyoroti kurangnya sinergi antar pemangku kepentingan di daerah dalam menyikapi persoalan tersebut. Ia menilai, hingga kini belum terlihat langkah terpadu antara pihak eksekutif dan legislatif dalam menangani kasus yang terjadi.

“Kalau hanya satu pihak yang bersuara tanpa diikuti tindakan nyata dari pihak lain, maka persoalan ini akan terus berlarut,” ujarnya.

Dalam upaya mencari solusi, Foreder Abdya juga mengajak tokoh masyarakat di Kecamatan Babahrot, Kuala Batee, dan wilayah lainnya untuk turut mengawal kasus ini. Mereka diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong terciptanya kebijakan yang berpihak pada keselamatan masyarakat.

Baca Juga |  Bukber Penuh Keakraban, Owner Socollate Rangkul Jurnalis Pidie Jaya

Sebagai langkah lanjutan, pihak Foreder telah menyusun agenda untuk turun langsung ke lokasi operasional perusahaan dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut juga berpotensi melibatkan masyarakat sebagai bentuk kontrol sosial terhadap aktivitas perusahaan.

“Kami akan turun langsung ke lapangan bersama pengurus dan tokoh masyarakat. Ini penting agar persoalan ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar menemukan solusi,” tutup Arjuna.

 

(**)

 

 

Share :

Baca Juga

News

Penguatan Organisasi: Ketua PW Iwo Aceh Tiba di Pidie Jaya dan Laksanakan Pertemuan di Meureudu

News

Kunjungan Kerja PW IWO Aceh ke Pidie Jaya, Perkuat Silaturahmi dan Hadiri Acara Khitanan

Daerah

Perdana Sejak 2007, Pemkab Pidie Jaya Gelar Peusijuek untuk ASN Calon Haji

Daerah

BSI Aceh Gelar Media Gathering Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Daerah

BSI Aceh Masuk 5 Besar Bank Nasional, Perkuat Sinergi dengan Media

News

Ketua PW IWO Aceh Chairan Manggeng Bertemu “Star Boys” di Tanjung Priok

Headline

Peusijuek Jamaah Haji, Bupati Pidie Jaya Wajibkan ASN Hadir di Kegiatan Keagamaan dengan Absensi Manual

Daerah

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes