Home / Daerah / Headline / News

Rabu, 15 Oktober 2025 - 13:13 WIB

Pelayanan RSZA DI Sorot, Pasien Keluhkan Lambatnya Koordinasi dan Etika.

Oplus_0

Oplus_0

BANDA ACEH –  Sudah menjadi pemandangan sehari-hari di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Sebagai rumah sakit rujukan utama di Aceh, fasilitas ini setiap hari menerima pasien dari berbagai kabupaten dan kota, baik untuk penanganan penyakit umum maupun kasus kegawat-daruratan seperti kecelakaan dan lain-nya.

Namun, di balik ramainya arus pasien yang datang silih berganti, sejumlah persoalan mencuat, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Muncul keluhan dari keluarga pasien terkait pelayanan tenaga medis di RSUDZA, khususnya menyangkut profesionalisme, etika komunikasi, serta koordinasi antar staf medis.

Baca Juga |  MTQ Pidie Jaya Jadi Magnet Warga, Suasana Malam Penuh Syiar dan Keberkahan

Sejumlah keluarga pasien menyoroti sikap sebagian tenaga medis yang dinilai kurang komunikatif dan tidak menunjukkan empati yang sepatutnya.

“Koordinasi antara dokter dan perawat terlihat belum maksimal. Bahkan, sering kali komunikasi terkesan hanya seremonial,” ungkap seorang keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya.

Tim kami juga mencatat bahwa sejumlah dokter yang melakukan visit ke ruang rawat inap seringkali hanya menanyakan nama pasien, tanpa menunjukkan bahwa mereka mengikuti perkembangan pasien secara mendalam meskipun pasien tersebut telah menjalani perawatan selama beberapa hari.

Baca Juga |  Kapolda Aceh Lepas 855 Personel BKO untuk Penanggulangan Banjir dan Longsor

Persoalan lain yang ditemukan adalah ketidak-sesuaian data kunjungan medis. Dalam beberapa kasus, nama dokter tertera pada laporan kunjungan harian, namun dokter yang bersangkutan tidak tampak hadir di lokasi.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keakuratan dan kejujuran dalam pelaporan administrasi serta tanggung jawab etis petugas medis.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Aceh. Pemeriksaan mendadak (sidak) dan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan pelayanan rumah sakit, khususnya menyangkut disiplin dan etika profesi tenaga medis, perlu segera dilakukan.

Baca Juga |  Polsek Kembang Tanjung Gelar Gotong Royong, Bersihkan Fasilitas Publik Pasca Banjir

Profesi sebagai tenaga medis bukan hanya menuntut keahlian klinis, tetapi juga komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan, tata krama, dan kepekaan terhadap kondisi psikologis pasien dan keluarga. Ini adalah amanah yang tidak boleh diabaikan.

Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak cukup hanya dengan fasilitas lengkap, tetapi juga ditentukan oleh profesionalisme dan integritas para “baju putih” di garis depan pelayanan.

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Muallem–DekFadh Prioritaskan Daerah Terdampak, Langsa Terima Rp250 Juta

Daerah

Chairan Manggeng Tegaskan Komitmen PW IWO Aceh Bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Aceh

Daerah

IWO Aceh Dampingi Safari Ramadhan Pemprov 2026

Daerah

Inflasi Aceh Naik, Wagub Fadhlullah Minta Operasi Pasar Diperkuat

Daerah

Satgas PRRP Tinjau Huntara dan Infrastruktur, Kapolres Pidie Jaya Pastikan Pengamanan Proyek

Daerah

Menko Polkam Tinjau Progres Pembangunan IKN, Optimistis Siap Jadi Pusat Pemerintahan Modern

Daerah

Konflik Global Memanas, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Lewat Kilang Balikpapan

Daerah

Polres Aceh Besar Gelar Simulasi Sispam Mako, Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman