Home / Daerah / Ekonomi Bisnis / News

Senin, 3 November 2025 - 09:20 WIB

Hilangnya Buah Yang melegenda Di Aceh Barat, Harapan dan Asa Petani Rumbia kembali bersemi

www.Nusaone.idMeulaboh –  Dulunya dikabupaten Aceh Barat cukup dikenal sebagai penghasil buah rumbia dalam jumlah besar, Sehinga seluruh pelosok Aceh dan bahkan Kota Banda Aceh kebagian pasokan buah yang terbilang langka ini, oleh para pedagang.

Namun kini buah rumbia asli dari Kabupaten Teuku Umar ini nyaris hilang dan terbilang langka keberadaanya, tercatat dalam kita 15 Tahun ini buah itu kini tak lagi berbuah.

Hilangnya buah yang sempat menjadi icon Kabupaten Aceh Barat itu bukan saja membuat resah para pedagang rujak, namun wisatawan juga kehilangan buah tangan untuk dibawa pulang bila bertandang di Aceh Barat.

Baca Juga |  Pangdam IM Hadiri Pengarahan Menkopolkam RI di Mapolda Aceh

Adalah Adi misalnya, yang merupakan salah seorang penduduk dusun mon kulu Gampong Ladang Kecamatan sama tiga Kabupaten Aceh Barat, Senin(3/11/2025) kepada Nusaone.id menuturkan, kini buah rumbiya ini sudah sangat langka sekali kita temui, hampir dari semua kampung penghasil Buah Rumbia kini sudahbtak kita temukan buah itu.

Hilangnya mata pencaharian petani atas buah itu terjadi setelah Tsunami melanda Aceh Barat lalu, kini mereka hanya berpuas dengan penjualan batang rumbia saja.

Baca Juga |  Kapolres Pidie Jaya Dampingi Wagub Aceh Tinjau Kesiapan MTQ XXXVII, Pastikan Pengamanan Optimal dan Sinergi Lintas Instansi

” Kini para petani hanya berharap dari penjualan Batang Rumbia saja, selain dapat diolah menjadi sagu ampas yang dihasilkan juga bisa dijadikan pakan ternak “, Tutur Adi.

Laajutnya, biasanya toke membeli Batang Rumbia itu dikisaran Rp 70.000/ Batangnya, dalam satu batang dapat menghasilkan sedikitnya 90 hingga 300 Kg Pati sagu siap jual.

Namun semua tentu dengan proses yang tidak mudah, ” Selain itu daun kita juga dapat menjual kepada pengepul atap rumbiya, biasanya setelah mereka olah satu gagangnya dijual Rp 6000 kepada konsumen yang memerlukannya.

Baca Juga |  Dinsos Bireuen Perkuat Peran PSM Untuk Tingkatkan Akurasi Data dan Pemantapan Bantuan Berbasis DTKS

Kini pencaharian petani rumbiya hanya dapat dari penjualan Batang dan daunnya saja kepada pengepul, dulu ketika buah merajai Aceh Barat, sedikitnya jutaan rupiah dapat kita Raup dari penjualan buah.

Kami berharap Dinas pertanian Aceh Barat nantinya dapat menemukan formula terbaik untuk mengembalikan, buah langka yang kerap dijuluki salak Aceh itu.

” Sehingga senyum sumringah petani Rumbiya kembali berarti dan hasilnya dapat mengatarkan putra putri sebagai sarjana di bumoe Teuku Umar “, Demikian Harap Adi mantab.(Penulis : Muhibbul Jamil)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Ketua MPU Aceh Sebut Kapolda Aceh Pekerja Keras yang Turun Tangan Saat Bencana

Daerah

Didukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pidie Jaya Percepat Perbaikan 296 Rumah Rusak

Daerah

Kapolres Pidie Jaya Ikuti Penyerahan Bantuan Rumah Tahap II, Dukung Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

Daerah

Pemulihan Pascabanjir Dipercepat, Wagub Aceh Kawal Ketat Penyaluran Bantuan

Daerah

Tukar Mobil Dengan Sabu, IRT Asal Aceh Besar Ditangkap Polisi

Daerah

Sat Reskrim Polres Pidie Bagikan Takjil Door to Door kepada Warga

Daerah

Guncangan Kuat 10 Detik, Warga Simeulue dan Nias Utara Berhamburan Keluar Rumah

Daerah

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Simeulue, Warga Panik Keluar Rumah