Home / Daerah / News

Senin, 3 November 2025 - 12:36 WIB

Ribuan Petani di Kluet Utara Keluhkan Kekeringan Lahan Akibat Pintu Air Irigasi Banyak yang Rusak

Nusaone.id |Aceh Selatan – Rusaknya sejumlah pintu air irigasi di wilayah Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, membuat ribuan petani mengeluh karena kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah mereka. Kondisi ini telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir, sehingga sebagian lahan terancam gagal tanam.

Ribuan sawah petani berharap pemerintah daerah khususnya Dinas terkait segera turun tangan memperbaiki pintu-pintu air yang rusak agar distribusi air ke lahan pertanian kembali normal. Mereka menilai, jika kerusakan ini dibiarkan berlarut-larut, maka hasil akan terjadi gagal panen menyeluruh.

Dar hasil pantauan dg Petani yang kami temui lansung dilokasi sawah Gampong Simpang Empat Kota fajar ,yang bernama Salmini dan Sudirman, mengaku sudah hampir tiga bulan ini lahan sawahnya kering akibat aliran air Iri gasi tidak sampai ke persawahan.ucapnya.

Baca Juga |  Banjir Pidie Jaya: Kapolres Distribusikan Bantuan ke Titik Paling Terdampak

Hampir menyeluruh sawah tidak ada air ( kering) dari belakang masjid kota pajar sampai ke simpang 4 di belakang kantor camat Kluet Utara dan Jambo mayang, serta uala bau, akibat pintu saluran irigasi banyak rusak, dinas terkait dan penjaga pintu air makan gaji buta, ucapnya dengan kesal.

Lanjunya, sudah lama air tidak mengalir ke sawah kami. Pintu air banyak yang rusak, jadi air dari saluran utama tidak bisa masuk. Kalau begini terus, kami bisa gagal tanam,” keluhannya kepada wartawan nusaone.id minggu (2/11/2025).

Para petani berharap pemerintah daerah atau dinas terkait segera turun tangan memperbaiki pintu-pintu air yang rusak agar distribusi air ke lahan pertanian kembali normal. Mereka menilai, jika kerusakan ini dibiarkan berlarut-larut, maka hasil panen padi tahun ini akan menurun drastis.

Baca Juga |  Kapolres Pidie Silaturrahmi ke Dayah Darul Jamil Alaziziyah, Serahkan Bantuan Sembako

Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan pendataan dan perbaikan pada sistem irigasi yang rusak demi menjaga keberlangsungan produksi pertanian di kawasan Kluet Utara.

Terkait kekeringan ini, kami coba menghubungi kepala dinas PUPR Aceh Selatan, Syaiful Kamal ST. MT melalui kabid Kabid Sumber Daya Air PUPR Aceh Selatan Ir. Rima Evedhendedy, ST. MSP: mengatakan benar kalau kekurangan pasokan air di sawah warga , karena wilayah DI paya dapur, DI. Gunung pudung, DI. beutong.

Baca Juga |  Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Kejati Aceh di SMAN 4 Takengon: Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini untuk Generasi Emas Aceh Tengah

Dari hasil pantauan lapangan kondisi debit sungai mengecil, berhubung irigasi gasi masih menggunakan sistem free intake maka sangat ber pengaruh dengan debit sungai. Jika air sungai menyusut maka debit yg masuk ke intake irigasi tidak maksimal.

Upaya kita telah melakukan koordinasi ke pemerintah provinsi di dinas pengairan untuk mengambil langkah cepat mengatasi hal ini, besok akan di kabarkan perkembangan nya.ucap rima

Dalam hal kunjungan pihak bapenas RI dua minggu lalu. juga telah kita tunjuk kan kondisi irigasi dan menyampaikan permohonan usulan pembamgunan bendung permanen di 3 irigasi guna menghindari dampak kekeringan dan dalam rangka menyukseskan program ketahananan pangan nasional bapak Presiden Prabowo Subianto,Tutupnya.

(ahmad fadhli)

Share :

Baca Juga

Daerah

Wagub Aceh Apresiasi Bantuan Presiden Prabowo untuk Sapi Meugang Korban Bencana

Daerah

Tanggap Darurat Bencana Tahap Tiga Berakhir, Pidie Jaya Masuki Masa Transisi 90 Hari

Daerah

Bupati Sibral Tetapkan Masa Transisi, Targetkan Rehabilitasi Terarah

Daerah

Solidaritas Antar Daerah: Lombok Barat Bantu Korban Banjir Aceh

Daerah

Wagub Aceh Minta Bantuan Sapi Meugang dan Dana Pemulihan Segera Direalisasikan

Daerah

Kapolda Aceh Hadiri Rapim TNI–Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka

Daerah

Sat Reskrim Polres Aceh Besar Gelar Press Release Ungkap Kasus Curanmor

Daerah

Polda Aceh Tindak TegasTambang Emas Ilegal di Geumpang demi Lingkungan dan Keselamatan Masyarakat