nusaone.id |Aceh Selatan -, Hasil Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Aceh tahun 2025 yang diumumkan Dewan Hakim pada 7 November di Kabupaten Pidie Jaya menorehkan catatan Luka dan Memilukan bagi Kabupaten Aceh Selatan. Daerah yang dikenal memiliki banyak Dayah dan lembaga keagamaan ini justru berada di peringkat paling bawah dari 10 besar kabupaten/kota peraih juara umum.
Dalam lampiran keputusan Dewan Hakim, Aceh Selatan hanya berhasil meraih 1 Juara I, 2 Juara II, dan 2 Juara III dengan total nilai 93 poin, tertinggal jauh dari Kabupaten Aceh Besar yang menempati posisi puncak dengan 379 poin, disusul Kota Banda Aceh (344 poin) dan Kabupaten Pidie Jaya (262 poin).
Menanggapi hasil tersebut, banyak tokoh tokoh agama di Aceh Selatan menaruh rasa pesimis mengingat biaya persiapan MTQ ke 37 tahun ini jauh lebih besar dari sebelumnya. dalam hal ini para tokoh agama menyampaikan kritik tajam terhadap pemerintah daerah agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengurus LPTQ Aceh Selatan sehingga hasil yang memalukan ini tidak terulang kembali.
Kadis Syariat Islam Aceh Selatan sebagaimana keterangannya pada media lain berdalih Minim nya waktu TC dan Serangan Flu, Jadi Biangnya.
” Aceh Selatan ini punya potensi luar biasa, dayah banyak, guru ngaji banyak, tapi kalau sistem pembinaan Qur’ani tidak serius, hasilnya ya begini. MTQ bukan soal ikut seremonial, tapi tentang investasi keimanan dan pembinaan kader Qur’ani,” sebagaimana kutipan tegas Tgk. Misbar, Sabtu (8/11/2025).pada media sebelumnya.
Ia menilai, posisi Aceh Selatan yang terpuruk bukan sekadar akibat dari minimnya peserta unggulan, melainkan cermin dari kurangnya koordinasi antara lembaga pendidikan Islam, LPTQ, dan dinas terkait.
” Harusnya Dinas Syariat Islam dan LPTQ Aceh Selatan punya program berkelanjutan, bukan mendadak latihan menjelang lomba. Ini tanggung jawab moral pemerintah terhadap generasi Qur’ani,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tokoh Agama yang tidak mau disebutkan namanya menyerukan agar Bupati Aceh Selatan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengurus LPTQ maupun pola pembinaan MTQ, sehingga Harapan Juara pada MTQ ke 38 di Aceh Barat Daya kedepan bisa terwujud.
” Kalau tidak dibenahi dari sekarang, jangan harap bisa bersaing tahun depan. Aceh Selatan tidak boleh puas hanya sebagai Khafilah pelengkap penderita saja.
namun demikian hasil pahit ini tidak boleh jadi alasan kita bangkit untuk meraih hasil yang baik di tahun depan oleh sebab itu Bupati Aceh Selatan Wajib lakukan Evaluasi bahkan jika perlu Pengurus LPTQ Aceh Selatan harus di ganti dan di isi oleh Generasi genarasi yang baru kedepannya.nusaone.id
(ahmad fadhli)



















