Pidie Jaya– nusaone.id
Program Profesor Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (FKeP USK) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bagi warga terdampak banjir di Desa Genteng dan Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu, 27 Desember 2025.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Ns. Marlina, M.Kep., Sp.MB, sebagai bentuk kepedulian akademisi terhadap pemulihan masyarakat pascabencana banjir.

Dalam kegiatan ini, tim pengabdian fokus membantu masyarakat tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga pemulihan kesehatan mental yang kerap terdampak pascabencana.
Salah satu bentuk pendampingan yang diberikan yakni edukasi teknik relaksasi napas dalam kepada warga sebagai metode sederhana untuk mengurangi stres dan kecemasan.
Teknik tersebut disampaikan secara langsung dan dipraktikkan bersama masyarakat agar mudah dipahami serta dapat diterapkan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, tim juga memberikan dukungan psikososial kepada warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia, ibu rumah tangga, dan masyarakat yang mengalami trauma akibat banjir.
Prof. Marlina menyampaikan bahwa dampak psikologis pascabencana sering kali kurang mendapat perhatian, padahal berpengaruh besar terhadap proses pemulihan masyarakat secara menyeluruh.
Menurutnya, pendampingan kesehatan mental harus berjalan seiring dengan pemulihan fisik dan sosial masyarakat terdampak bencana.
“Kami berharap masyarakat dapat menerapkan teknik relaksasi ini secara mandiri untuk membantu mengelola kecemasan dan stres pascabanjir,” ujar Prof. Marlina.
Warga Desa Genteng dan Desa Seunong menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku merasa terbantu dengan adanya pendampingan langsung dari tim akademisi.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan masyarakat serta memperkuat peran akademisi dalam penanganan dampak bencana di daerah.
















