Aceh Timur —nusaone.id Pemerintah Daerah (Pemda) Bener Meriah bersama Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Bener Meriah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana di Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (11/1/2026).
Penyaluran bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua RAPI Kabupaten Bener Meriah, JZ01 Yuda Asri, serta didampingi sejumlah anggota RAPI Bener Meriah, yakni JZN, ALG, CJI, CMQ, BHR, JZL, JSA, CQV, dan CYH.
Rombongan relawan menempuh perjalanan dengan kondisi medan yang cukup sulit. Sejumlah ruas jalan menuju lokasi masih rusak dan berlumpur akibat dampak bencana yang terjadi sebelumnya.
Desa Sah Raja merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan sehingga membutuhkan perhatian dan bantuan dari berbagai pihak.
Secara administratif, Desa Sah Raja terdiri atas empat dusun, yaitu Dusun Poring, Dusun Trans HTI, Dusun Serah Gala, dan Dusun Sah Raja.
Dari keempat dusun tersebut, Dusun Trans HTI dan Dusun Poring menjadi wilayah dengan akses paling sulit dijangkau karena kondisi jalan sempit dan berlumpur pascabencana.
Meski menghadapi medan yang berat, rombongan relawan tetap berupaya memastikan bantuan dapat disalurkan secara merata dan tepat sasaran kepada masyarakat di seluruh dusun.
Bantuan kemanusiaan yang disalurkan ditujukan untuk membantu meringankan beban masyarakat, khususnya warga yang rumah dan fasilitas lingkungannya mengalami kerusakan akibat musibah.
Kepala Desa Sah Raja menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemda Bener Meriah dan RAPI atas kepedulian serta solidaritas yang diberikan kepada warganya.
Menurut Kepala Desa, kehadiran relawan yang tetap menjangkau wilayah dengan akses sulit merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.
Ketua RAPI Bener Meriah, JZ01 Yuda Asri, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian kemanusiaan dan solidaritas antarwilayah. Ia juga menyebutkan bahwa salah satu rekan RAPI 01 dengan callsign BSX turut menjadi korban, dengan kondisi rumah mengalami kerusakan hingga sekitar 85 persen.
“RAPI hadir bukan hanya sebagai jaringan komunikasi kebencanaan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang terpanggil untuk saling membantu,” ujar Yuda Asri.



















