Home / Daerah / Headline / Lingkungan / Nasional / News / Pemerintah Aceh / Pendidikan / Peristiwa / Sosial

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:55 WIB

Banjir Januari Sisakan Lumpur Tebal, Rumah Warga Manyang Cut Masih Belum Layak Huni

nusaone.id – Meureudu — Banjir yang melanda Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, pada akhir Januari 2025 menyisakan dampak serius bagi warga. Hingga kini, rumah keluarga Fatimah masih belum layak huni akibat timbunan lumpur tebal yang mengendap di dalam rumah.

Banjir terjadi pada 26 Januari 2025 setelah hujan deras mengguyur wilayah Pidie Jaya selama beberapa jam. Luapan sungai menyebabkan air bercampur lumpur masuk ke permukiman warga dan merendam puluhan rumah.

Rumah keluarga Fatimah menjadi salah satu yang terdampak cukup parah. Setelah air surut, lumpur masih menumpuk di hampir seluruh ruangan rumah, mulai dari ruang tamu, dapur, hingga kamar tidur.

Baca Juga |  Warga Dusun Lancok dan TNI Koramil 19 Meureudu Gotong Royong Bersihkan Mushalla Meurah Puteh

Hingga Sabtu (7/2/2025), keluarga Fatimah masih melakukan pembersihan secara mandiri dengan peralatan seadanya seperti sekop, sapu, dan ember, dibantu anggota keluarga serta tetangga sekitar.

“Kami bersihkan sedikit demi sedikit, tapi lumpurnya berat dan tebal. Tenaga juga terbatas,” ujar Fatimah saat ditemui di rumahnya.

Menurutnya, ketebalan lumpur di dalam rumah diperkirakan mencapai lebih dari satu meter, sehingga sulit dibersihkan tanpa bantuan alat khusus atau mesin penyedot lumpur.

Baca Juga |  Polda Aceh Tindak TegasTambang Emas Ilegal di Geumpang demi Lingkungan dan Keselamatan Masyarakat

Pemerintah daerah diketahui telah mengerahkan alat berat berupa excavator untuk membersihkan lumpur di luar rumah warga serta membuka kembali akses jalan lingkungan gampong.

Namun, hingga kini pembersihan di bagian dalam rumah warga belum dapat dilakukan secara maksimal. Kondisi tersebut membuat rumah keluarga Fatimah masih belum aman dan nyaman untuk ditempati.

Selain merusak perabotan rumah tangga, banjir juga menyebabkan kerugian materiil dan mengganggu aktivitas keluarga, terutama anak-anak dan anggota keluarga lanjut usia.

Baca Juga |  Wagub Aceh: FKPA Harus Jadi Wadah Aktualisasi dan Pemberdayaan Perempuan

Kondisi ini semakin berat dirasakan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, sementara rumah mereka belum sepenuhnya bersih dan layak huni.

Keluarga Fatimah berharap adanya perhatian dan bantuan lanjutan dari pemerintah daerah, khususnya untuk pembersihan lumpur di dalam rumah, agar proses pemulihan pascabanjir dapat berjalan lebih cepat.

 

Penulis & Foto: Arju Na Fahlefi

Keterangan Foto: Kondisi rumah keluarga Fatimah di Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, yang masih dipenuhi lumpur tebal pascabanjir.

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Sentuhan Kemanusiaan, Bupati Pidie Jaya Kunjungi Warga Sakit dan Salurkan Bantuan

Daerah

Polda Aceh dan Universitas Teuku Umar Teken MoU, Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat

Headline

H.Mirwan MS Jabat Wakil Bendahara Umum Aspeksindo Republik Indonesia

Pemerintah Aceh

Sinergi Ulama dan Umara Jadi Sorotan dalam Rakor MPU 2026

Daerah

Kapolda Aceh Hadiri Halal Bihalal Idulfitri 1447 H Bersama Purnawirawan dan Warakawuri di Banda Aceh

Ekonomi Bisnis

Pasokan Ikan Anjlok, Harga di Kuala Panteraja Melonjak Tajam

Daerah

BSI-ANTAM Gas Pol Industri Bullion, Dorong Ekosistem Emas Nasional Naik Kelas

Daerah

Kapolda Aceh Salurkan Kendaraan Dinas untuk Polres Subulussalam dan Simeulue