Home / Daerah / Headline / Kesehatan / Lingkungan / Nasional / News / Opini / Peristiwa / Sosial / TNI/POLRI

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:42 WIB

Kementerian Perhubungan Sampaikan Holding Statement Terkait Jatuhnya Pesawat di Kalimantan

nusaone.id – Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan holding statement resmi terkait kecelakaan pesawat udara yang terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026.

Pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA tahun pembuatan 2013 dan nomor seri 802-0494.

Pesawat dioperasikan oleh Pelita Air Service untuk penerbangan khusus pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah terpencil.

Baca Juga |  Pidie Jaya Perpanjang Masa Darurat, Fokus pada Bantuan dan Pemulihan Infrastruktur

Dalam penerbangan itu, pesawat membawa muatan BBM milik Pertamina dengan rute dari Bandar Udara Long Bawan menuju Bandar Udara Tarakan.

Pesawat lepas landas pada pukul 04.10 UTC atau 12.10 WITA dan dijadwalkan tiba di Tarakan pada pukul 05.15 UTC atau 13.15 WITA.

Pilot sempat melaporkan estimasi posisi Abeam Malinau kepada petugas Air Traffic Control (ATC) Tarakan pada pukul 04.24 UTC atau 12.24 WITA.

Baca Juga |  Kasus Pencurian Mesin Gilingan Kopi di Aceh Tengah Berujung Dugaan Penganiayaan Anak, Proses hukum Telah Diputus Pengadilan

Namun pada pukul 04.20 UTC atau 12.20 WITA, petugas menerima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat tersebut yang menandakan kondisi darurat.

Pesawat tersebut hanya mengangkut satu orang kru, yakni pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam.

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima pada pukul 15.16 WITA, pilot dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga |  Kepedulian Sosial Warnai Persiapan MTQ ke-37, Bupati Sibral Santuni Anak Yatim

Dari sisi kelaikudaraan, pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam terakhir pada 11 Februari 2026, dengan total jam terbang mencapai 3.303 jam.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam proses investigasi oleh instansi berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

 

(**)

Share :

Baca Juga

Daerah

Belum Alim Jangan Pulang, Abiya Jeunieb Bagikan Kunci Kesuksesan Ulama

Daerah

Antisipasi Dampak Banjir, Polres Pidie Jaya Gencarkan Patroli dan Atur Lalu Lintas di Meureudu

Daerah

Tengah Malam, Bupati Pidie Jaya Terjun Langsung Dengar Keluhan Warga Korban Banjir

Daerah

Penataan Birokrasi, Bupati Pidie Jaya Lantik 22 Pejabat Pratama

Daerah

Banjir Kembali Terjadi di Krueng Meureudu Pijay

Daerah

Mendagri Apresiasi Peran Media, PW IWO Aceh Hadir Penuh Semangat

Daerah

Pemkab Pidie Jaya Gelar Sumpah Janji Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

Daerah

Pererat Sinergitas, Polda Aceh dan Kanwil DJBC Aceh Gelar Latihan Menembak Bersama