Home / Headline / News

Senin, 25 Agustus 2025 - 19:58 WIB

IWO Pidie Sampaikan Belasungkawa, Desak Pemkab Tutup Sementara Wisata Sungai Jambo Mie

Nusaone.id | Pidie – Perwakilan Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Pidie menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya sejumlah santri Dayah Nurul Huda, Paya Guci, Tangse, akibat musibah yang terjadi di objek wisata Sungai Jambo Mie, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Minggu (25/8/2025).

Ketua PD IWO Kabupaten Pidie, Herman Hartono Ginting, S.H., menuturkan bahwa peristiwa tersebut tidak hanya menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi duka bersama masyarakat Pidie.

“Kami keluarga besar IWO Pidie turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini,” ujar Herman.

Baca Juga |  Gerakan 10 Juta Bendera, Polresta Banda Aceh Turun ke Jalan

Menurut Herman, musibah di Sungai Jambo Mie harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Pidie. Ia menilai aspek keselamatan di objek wisata harus ditempatkan sebagai prioritas utama demi melindungi keselamatan pengunjung, khususnya para pelajar dan anak-anak.

Lebih jauh, IWO Pidie mendesak Pemerintah Kabupaten Pidie untuk segera menutup sementara objek wisata Sungai Jambo Mie hingga ada evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan lokasi tersebut.

“Kami mendesak Pemkab Pidie agar menutup sementara aset wisata Sungai Jambo Mie sampai ada jaminan keselamatan yang jelas. Jangan sampai lokasi wisata justru menjadi tempat jatuhnya korban jiwa. Pemerintah harus hadir dengan langkah nyata, bukan sekadar retorika,” tegas Herman.

Baca Juga |  Polda Aceh dan Bulog Salurkan 65,5 Ton Beras Lewat Gerakan Pangan Murah

IWO Pidie juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pengelola wisata, serta masyarakat setempat dalam memastikan bahwa setiap aset wisata di Pidie memiliki sistem keamanan, rambu peringatan, dan petugas pengawas yang memadai.

Tragedi ini, kata Herman, seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap semua destinasi wisata di Kabupaten Pidie. Ia menegaskan, pengembangan wisata tidak boleh hanya berfokus pada aspek ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan para pengunjung.

Baca Juga |  Dilantik, IWO Ciamis Masa Bhakti 2025–2030, Bupati Herdiat: Media Harus Faktual dan Profesional Dalam Melakukan Tugas Jurnalistik

“Jangan sampai kejadian ini terulang kembali. Pemerintah harus tegas, lakukan audit keselamatan di semua objek wisata. Jangan menunggu ada korban berikutnya untuk bergerak,” pungkasnya.

Musibah yang terjadi di Sungai Jambo Mie ini telah menyentak perhatian publik Pidie. Kehilangan para santri Dayah Nurul Huda menjadi duka mendalam yang sekaligus menjadi pengingat betapa pentingnya aspek keamanan di setiap lini kehidupan masyarakat, termasuk sektor pariwisata.

Share :

Baca Juga

Daerah

Pengguna Jalan Meureudu–Ulim Diimbau Lewat Jalur Alternatif Selama Sistem Buka Tutup

Daerah

Berita Menggembirakan 842 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terdampak Banjir Terima Pembayaran UKT Tahap Pertama

Daerah

Aksi Nyata Polri: Mahasiswa STIK Lemdiklat Gelar Kegiatan Sosial Bagi Korban Banjir Pidie Jaya

Daerah

Bukan Sirkuit, Tapi Jalan Raya: Polisi Bubarkan Balap Liar di Perbatasan

News

Personil Polsek Samadua lakukan Pengaturan Lalu Lintas Jelang Buka Puasa

Daerah

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Gelar Trauma Healing untuk Anak-Anak di Simpang Tiga, Pidie

Daerah

Korban Banjir di Luar Huntara Minta Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya Berlaku Adil

Daerah

Polda Aceh Ungkap Peredaran 51,79 Gram Sabu di Bireuen, Dua Terduga Pelaku Diamankan